Eksklusif Dubes RI untuk Ceko:

Di Ceko, Makanan Indonesia Masih Kalah Populer dari Vietnam

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Senin, 15/05/2017 15:07 WIB
Di Ceko, Makanan Indonesia Masih Kalah Populer dari Vietnam ilustrasi: Di Ceko masakan Indonesia sudah dikenal luas, tapi masih kalah dibanding makanan Vietnam dan Thailand (Dok. thinkstockphotos/Panmaule)
Jakarta, CNN Indonesia -- Makanan Indonesia ternyata bukan makanan asing bagi warga Praha. Makanan Asia khususnya makanan Indonesia selalu jadi dikagumi warga Praha. Duta besar Indonesia untuk Republik Ceko, Dr. Aulia A. Rachman mengungkapkan bahwa setiap tahunnya dalam pameran Asean dan Asia Food, makanan Indonesia selalu laris diborong warga lokal. 

“Seluruh Republik Ceko sudah tahu Indonesia dan makanannya,” ucap Aulia A. Rachman kepada CNNIndonesia.com di KBRI Praha, beberapa waktu lalu. 
“Mereka cocok-cocok saja dengan makanannya, bahkan mereka sering minta diundang kalau KBRI punya acara masakan Indonesia.”

Aulia sendiri mengaku bahwa dia tidak menemukan adanya ‘masalah’ antara warga Ceko dengan makanan Indonesia, termasuk soal pedas. 
“Mereka cocok-cocok saja, tapi kami beri tahu bahwa ini makanan pedas.”


Dia mengungkapkan bahwa sebenarnya kepopuleran makanan Indonesia di Republik Ceko ini sebenarnya dimulai saat pengusaha Ceko yang berbisnis di Indonesia mulai rindu dengan makanan Indonesia. Mereka merindukan berbagai makanan Indonesia terutama soto, sate padang, rendang, dan tentunya nasi goreng. 

“Ada pejabat tinggi setempat yang sekarang ini tergila-gila dengan rawon dan rela datang jauh ke Indonesia untuk bisa memakannya.”

Meski sudah dikenal oleh warga Republik Ceko, namun Aulia menyadari bahwa kepopuleran masakan Indonesia masih kalah jauh dengan makanan Vietnam atau Thailand. 

“Makanan Asia terpopuler di Praha adalah makanan Vietnam dan Thailand. Bahan baku mereka sudah tersedia di berbagai toko Asia di sini dan mudah juga didapatkan, kalau bahan masakan Indonesia masih agak sulit,” ucapnya. 

Tak ada restoran Indonesia di Ceko

Salah satu kelemahan makanan Indonesia, diakui Aulia terletak pada tak adanya satu pun restoran Indonesia di Praha. Hal ini menjadi PR besar bagi KBRI Praha untuk membuka restoran Indonesia, setidaknya satu. 

Namun disadarinya, membangun restoran di luar negeri memang tidaklah mudah. Ada berbagai tantangan yang dialami untuk bisa membangun restoran di Ceko. 

“Untuk membuat restoran di sini tidak bisa sembarangan. Harus ada sertifikasi dengan BPOM setempat untuk menjamin kesehatan dan kebersihannya,” ucap pria asli Sumatera Barat ini. 

“Selain itu, konsep makanan prasmanan tidak bisa diterapkan di sini. Makanan tidak bisa dipajang begitu saja di meja seperti yang sering ditemui di Indonesia. Warga sini tidak akan mau karena dianggap kurang higienis.”

“Di sini harus fresh, harus dimasak saat orangnya pesan.”

Selain masalah kebersihan dan higienitas, masalah lain yang mengadang untuk pembuatan restoran makanan Indonesia adalah adanya keterbatasan suplai bahan baku masakan Indonesia, dan proses memasak yang dianggap sedikit mengganggu. 

“Masakan Indonesia biasanya dimasak dengan cara digoreng atau dibakar. Asap yang cukup banyak ini seringkali membuat tetangga jadi sering protes.”

“Masalah biaya sewa yang tinggi, orang-orang Indonesia di Ceko yang kebanyakan sudah tua, adanya kebijakan untuk mempekerjakan warga lokal, dan masalah pemberian gaji yang tinggi juga jadi masalah.” 

Namun Aulia mengungkapkan, sedikit demi sedikit PR ini akan mulai digarap. Dia mengungkapkan bahwa sebuah restoran Indonesia akan segera hadir di Praha.