Warga Chile Mulai Tanam Ganja Medis Sendiri

Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 23/05/2017 03:52 WIB
Warga Chile Mulai Tanam Ganja Medis Sendiri Ilustrasi: Kelonggaran hukum akan ganja meningkatkan jumlah penanaman kanabis secara mandiri oleh masyarakat Chile. (REUTERS/Nir Elias)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warga Chile semakin banyak yang menanam tanaman ganja untuk penggunaan medis menyusul negara Amerika Selatan tersebut mulai melonggarkan hukum terkait penggunaan mariyuana.

Pada 2015, Chile melegalkan penggunaan kanabis untuk keperluan medis. Keputusan ini mengikuti perubahan yang terjadi pada negara Amerika Latin terhadap ganja seperti pada penanaman, distribusi, dan konsumsi ganja yang menjadi lebih mudah.

Sebelumnya pada Mei lalu, apotek di ibu kota negara itu, Santiago, mulai menjual obat-obatan berbahan kanabis untuk kali pertama yang dilakukan oleh toko obat di Amerika Latin.

Faktor yang menyebabkan lonjakan angka penanaman ganja sendiri ditengarai karena meningkatnya pengetahuan warga Chile akan manfaat serta cara produksi ganja secara mandiri.


Di Santiago pada Jumat lalu, lembaga pendukung kebijakan legal untuk ganja Daya Foundation mengadakan pelatihan kepada penderita penyakit kronis tentang cara memproduksi ganja sendiri.

Tahun lalu, organisasi tersebut meresmikan lahan pertanian ganja medis terbesar di Amerika Latin di bawah pengawasan Kementerian Pertanian dan Peternakan Chile.

“Hampir satu abad dari pelarangan tersebut memberikan manusia kesalahpahaman dan, yang lebih buruk lagi, menghentikan jutaan orang yang bisa sembuh dari menggunakan tanaman ini,” kata Ana Gazmuri, bintang televisi lokal era 1980-an dan aktivis mariyuana yang memimpin organisasi tersebut.

“Sehingga kini telah berubah di Chile dan kami dapat katakan, sebagai tambahan, kami adalah pemimpin di Amerika Latin dalam pengembangan mariyuana medis,”

Di antara mereka yang menghadiri lokakarya tersebut adalah Carlos Ortiz Diaz, seorang penambang 49 tahun dengan glaukoma.

“Tidak ada obat yang memberikan saya hasil sampai saat ini. Saya harus mengganti obat tersebut setiap bulan, dan saya tidak melihat ada perbaikan,” kata Diaz.

“Dengan kanabis, rata-rata saya menggunakannya dua kali dalam sepekan, dan rasa sakitnya sedikit berkurang,”

Kongres Chile saat ini tengah dalam perdebatan tentang peraturan yang secara eksplisit mengizinkan orang menumbuhkan tanaman ganja mereka sendiri, dan Argentina serta Kolombia juga tengah dalam kondisi serupa.

Uruguay menjadi pioner global ketika mengizinkan penanaman, distribusi, dan konsumsi mariyuana pada akhir 2013 silam. Apotek di negara tersebut akan mulai menjual secara resmi dari recreational cannabis sejak Juli mendatang.