Lewat Taksi, Pemerintah Berupaya Jaring Turis Perancis

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Senin, 29/05/2017 09:50 WIB
Konsulat Jenderal RI di Marseille memasang stiker Wonderful Indonesia di 40 unit taksi yang berkeliaran di kota tersebut selama satu bulan ke depan. Konsulat Jenderal RI di Marseille memasang stiker Wonderful Indonesia di 40 unit taksi yang berkeliaran di kota tersebut selama satu bulan ke depan. (denysabri/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata berupaya menjaring turis asal Perancis untuk datang berlibur ke Indonesia melalui kegiatan promosi yang dilakukannya. Salah satunya adalah dengan memasang branding Wonderful Indonesia di 40 badan taksi yang berseliweran di kota Marseille.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Marseille, Dewi M. Kusumaastuti mengatakan kegiatan promosi tersebut dilakukannya bekerja sama dengan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) di Paris, Eka Moncarre.

Kegiatan promosi bersama itu akan dimulai tanggal 1 Juni, mendatang dan menyediakan brosur wisata berbagai destinasi wisata di Indonesia yang disediakan dalam taksi.


"Promosi Wonderful Indonesia melalui taksi di Marseille ini akan dilaksanakan selama sebulan penuh untuk terus menjaring wisatawan potensial di Perancis ke Indonesia," kata Dewi, dikutip dari Antara, Senin (29/5).

Ia menambahkan, branding tersebut nantinya akan menyapa warga Marseille bagian Selatan, serta para wisatawan asing di kota Marseille.

Gambar objek wisata Indonesia yang ditempelkan di taksi tersebut antara lain Bali, Danau Toba, Pulau Komodo dan Candi Borobudur. Sebagai catatan, satu unit taksi di Marseille mampu mengangkut 1.000 orang per-bulan dan melewati lebih dari 500 rute jalan setiap bulannya.

"Masyarakat Perancis dapat melihat poster iklan di taksi, dengan materi promosi Wonderful Indonesia. Saya kira ini akan efektif dalam menjaring calon wisatawan Perancis ke Indonesia yang biasa liburan mulai musim panas bulan Juli-Agustus," ujar Dewi.

Sebelum melakukan melakukan kegiatan promosi Wonderful Indonesia di 40 taksi Marseille, pemerintah sudah lebih dulu melakukan branding serupa di Times Square New York Amerika Serikat, lalu ada di Bandara Schiphol Belanda, kemudian di Shanghai China, beberapa kota di Australia, di Tokyo Jepang dan New Delhi India.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK