Pesta Kesenian Bali 2017 Gandeng YouTube

Advertorial, CNN Indonesia | Minggu, 04/06/2017 14:11 WIB
Pesta Kesenian Bali 2017 Gandeng YouTube
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi Bali menargetkan 200 ribu wisatawan mancanegara (wisman) akan berkunjung ke acara Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Bali, Anak Agung Yuniartha Putra. Bahkan, menurut Agung, angka itu bisa melebihi target yang dicanangkan.

”Sedangkan untuk wisatawan nusantara kami belum bisa memprediksi. Karena berbagai faktor yang terjadi di bulan Juni dan Juli itu ada dua. Yakni bertepatan dengan bulan puasa Ramadan dan juga bertepatan dengan liburan sekolah. Ini ada minus dan plusnya. Namun (kita) optimistis untuk wisman. 100 Hingga 200 ribu wisman akan melihat acara ini,” ujar Agung.


PKB 2017 merupakan acara yang sangat dinanti oleh banyak pihak. Betapa tidak, selama sebulan penuh, pulau Dewata Bali akan menyajikan pentas seni dan budaya yang sudah dilaksananakan sebanyak 39 kali.

”Kami bersyukur juga Pak Jokowi sudah mengkonfirmasi hadir,” ujar Agung.

Nantinya akan ada terobosan yang kembali disajikan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan pihak panitia setempat. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara  Kemenpar Esthy Reko Astuti mengatakan, PKB 2017 rencananya akan disiarkan langsung oleh situs berbagi video, YouTube.

"Kami sudah mendapatkan kabar dari panitia dan kami juga sudah berkoordinasi bahwa nantinya saat pawai, YouTube akan melakukan live streaming (siaran langsung) melalui media sosial. Ini merupakan bentuk kerja sama dari Kementerian Pariwisata untuk turut mempromosikan PKB ke dunia internasional. Selain itu, nantinya bisa dinikmati dengan diulang-ulang," ujar Esthy.

Hal itu sejalan dengan semangat Kemenpar yang selalu merangkai acara dengan mengusung Go Digital. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam berbagai kesempatan selalu menegaskan bahwa mempromosikan destinasi pariwisata bukanlah perkara mudah.

Namun dengan hadirnya teknologi digital dapat mempermudah dan mempercepat proses promosi tersebut. Hadirnya teknologi juga berperan dalam mengubah format promosi pariwisata.

Menurut Arief, saat ini wisatawan sangat tertarik dengan konten promosi wisata yang berbentuk video. Didukung dengan kanal seperti YouTube, Instagram, Vimeo, dan Vine, konten video tentang pariwisata bisa berkembang dan disaksikan dengan banyak orang dari seluruh penjuru dunia.

“Tapi ingat, kontennya jangan terlalu panjang durasinya. Calon wisatawan tidak suka melihat video yang durasinya terlalu panjang. Satu hingga tiga menit sudah cukup yang penting kena,” ujar Arief.

Selain itu, banyak wisatawan yang suka dengan konten dalam bentuk gambar. Media seperti Twitter, Facebook, dan Instagram tentunya banyak bermain peran dalam hal ini.

Gambar yang berkualitas disertai dengan caption yang menarik akan semakin menambah rasa penasaran bagi  wisatawan.

Terakhir adalah konten promosi dalam bentuk tulisan. Baik itu review dari para blogger atau promosi lainnya. Salah satu yang penting untuk dipahami adalah kekuatan hashtag. Karena hashtag yang tepat dan dikelola secara terus menerus dapat membangkitkan konten secara viral.

“Anak muda yang tiap hari hadir secara digital wajib hukumnya dalam mempromosikan konten pariwisata daerah yang ia tinggali dan yang mereka rasakan. Cinta negara kita, mainkan pariwisata di sosial media,” pungkas mantan Dirut Telkom itu.