Dikutip dari Reuters, terus bertambahnya maskapai penerbangan yang meninggalkan Venezuela, disebabkan oleh piutang miliaran dolar yang tidak kunjung dibayarkan oleh pemerintah negara tersebut.
The International Air Transport Association menyatakan tahun lalu maskapai-maskapai yang terbang ke Venezuela memiliki piutang sebanyak US$3,78 miliar di Pemerintah Venezuela.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami terus meninjau permintaan atas layanan yang kami berikan. Saat ini rute Houston-Karakas yang kami layani tidak menguntungkan secara finansial, jadi akan kami hentikan mulai 1 Juli," kata Charles Hobart, juru bicara United Airlines dikutip dari Reuters, Senin (5/6).
Tidak heran jika kemudian tingkat keterisian pesawat menuju Venezuela dan sebaliknya sangat rendah.
Selain akibat gangguan kurs dan rendahnya jumlah penumpang dalam penerbangan-penerbangan ke Venezuela, maskapai-maskapai penerbangan juga mempertimbangkan keamanan para awaknya di darat.
Aksi unjuk rasa akibat kekurangan pangan telah menyebabkan kematian sedikitnya 64 orang sejak April 2017.