Trik Menghangatkan Makanan Kala Puasa

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 08/06/2017 10:38 WIB
Trik Menghangatkan Makanan Kala Puasa Jangan sembaran Thinkstock/Gregsawyer
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat berbuka, mungkin tak semua menu bisa kita habiskan saat itu juga. Kadang, makanan disimpan untuk kemudian dihangatkan saat sahur tiba.

Setelah dihangatkan, rasa dari makanan tak seenak saat pertama kali dimakan. Namun, ada trik yang bisa dicoba agar makanan tetap lezat walau sudah dihangatkan.

Tak sama segarnya saat pertama kali disantap, tapi setidaknya mendekati kondisi awal.


Tak semua makanan cocok dihangatkan di atas kompor. Ada makanan yang cocok dihangatkan dengan oven atau microwave.

Mengutip dari The Kitchn, kunci dari menghangatkan makanan adalah panaskan makanan pada tempat yang sama saat ia dimasak.

Umumnya metode ini berhasil, misal menghangatkan ayam panggang dengan oven. Dengan metode yang sama, rasa maupun tekstur bisa mendekati kondisi awal makanan saat masih segar.

Namun, ada pula makanan yang ingin dihangatkan tapi Anda tidak ingin menerapkan metode pemasakannya, seperti ayam goreng tepung yang memang perlu minyak banyak hingga ayam tercelup sempurna. The Kitchn memberikan beberapa trik menghangatkan makanan.

Makanan yang Cocok Dihangatkan dengan Oven

Pemanggang atau oven kadang jadi alat favorit untuk menghangatkan makanan. Jika khawatir makanan akan menjadi kering, cukup bungkus dengan alumunium foil. Panaskan makanan pada temperatur rendah (tidak lebih dari 350 derajat Fahrenheit), lalu keluarkan jika dirasa makanan sudah cukup hangat.

Berikut beberapa jenis makanan yang baik dihangatkan dengan oven.

- Crusty breads. Hangatkan roti khas perancis ini dengan suhu hangat selama 10 menit. Roti akan kembali segar untuk dikonsumsi lagi, plus teksturnya yang renyah di luar tapi lembut di bagian dalam.
- Gorengan. Makanan yang awalnya digoreng, akan kembali renyah jika dihangatkan dengan oven.
- Makanan yang Dipanggang. Pie, mufin, tart, dan makanan lain yang dipanggang paling baik memang dihangatkan dengan oven supaya tidak lembek.
- Daging Panggang. Hangatkan daging panggang dengan oven tapi jangan sampai terlalu kering atau gosong.
- Seafood. Bukan pilihan bagus jika menghangatkan seafood dengan microwave, karena seafood bisa 'overcooked' alias gosong. Hangatkan dengan panas rendah dan perlahan.
- Piza. Piza baik dihangatkan oven.
- Sandwich Panggang. Keju panggang atau panini jika dihangatkan teksturnya akan lebih renyah, tapi lembut di dalam.

Makanan yang Cocok Dihangatkan dengan Microwave

Tak diragukan lagi microwave adalah alat yang banyak dipilih untuk menghangatkan makanan. Praktis dan cepat. Namun, kadang juga dapat merusak tekstur makanan.

Maka, makanan yang baik dihangatkan dengan microwave adalah makanan dengan tekstur yang tidak renyah, antara lain, sup, makanan yang direbus, sautes atau makanan yang ditumis dengan sedikit minyak, makanan yang dikukus, nasi, pasta, dan mie.

Menghangatkan makanan dengan microwave perlu teknik khusus. Letakkan makanan secara menyebar pada wadah yang lebar, tutup dengan kertas makanan untuk menahan uap saat makanan dipanaskan, sehingga makanan tidak akan kering. Sesekali aduk makanan agar panasnya merata.

Makanan yang Cocok Dihangatkan di atas Kompor

Jika kompor jadi pilihan Anda untuk menghangatkan makanan, pilih alat masak yang sesuai. Alat masak yang sesuai membuat makanan yang dihangatkan mendekati kondisi seperti di awal ia dimasak.

Panci dan Wajan

- Makanan dengan tekstur lembek, berkuah seperti sup dan tumis.
- Piza. Hangatkan sepotong atau dua potong piza dengan wajan bertutup.
- Nasi, pasta dan mie.
- Makanan yang ditumis dengan sedikit minyak. Wajan dengan api kecil bisa membuat tumis segar kembali.
- Daging. Hangatkan daging pada wajan penggorengan anti lengket. Balik sesekali agar tidak gosong.

Double Boiler

Double boiler berarti Anda meletakkan mangkuk pada panci atau wajan berisi air, sehingga temperatur lebih terjaga karena mangkuk tidak langsung berinteraksi dengan panas. Cara ini baik untuk menghangatkan saus atau mashed potatoes.

Pengukus

Makanan yang dikukus mengandalkan panas dengan uap air. Makanan jenis ini bisa mengering saat dingin. Namun jika disimpan dalam wadah kedap udara, kelembabannya akan terjaga. Pengukus baik untuk menghangatkan ikan kukus atau dim sum karena bisa membuat tekstur makanan kembali basah dan lembut untuk disantap.