Suntik Filler Aman tapi Patut Waspada Kepanasan

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Senin, 12/06/2017 11:25 WIB
Suntik Filler Aman tapi Patut Waspada Kepanasan Filler berbahan asam hialuronat tak berbahaya karena tak ada efek samping. Namun, dokter menganjurkan untuk tidak berolahraga dan sauna berlebihan. (Foto: Thinkstock/Kharichkina)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di antara beberapa pilihan tindakan bedah dan non-bedah kecantikan, suntik filler menempati urutan pertama. Baik itu untuk membuat wajah tampak lebih muda, memancungkan hidung atau lainnya. Dengan bahan utamanya asam hialuronat atau hyaluronic acid (HA), filler dianggap paling aman. 

Namun, dokter bedah plastik Danu Mahandaru, dari The Clinic (Beautylosophy) menganjurkan agar mewaspadai aktivitas berolahraga dan sauna berlebihan. Karena, dengan begitu penyerapan terhadap filler akan lebih cepat dan durasi tahannya menjadi lebih pendek. 

Danu mengatakan filler aman karena bahannya asam hialuronat yang ini sebenarnya ada di dalam tubuh. HA dan kolagen bersama-sama memberi struktur pada kulit.


"Kalau kita jadi tua, maka kulit jadi keriput nah keriput itu kolagen (yang berkurang), sedangkan kalau kering itu HA. Berkurangnya HA, kulit jadi kering," katanya.


Menurut dia, filler dengan zat HA ini bisa bertahan sementara antara 1-2 tahun. Hal ini, kata Danu, karena filler mengikuti waktu proses penyembuhan luka di kulit.

"Jika ada filler yang dapat bertahan lebih dari itu, maka sepatutnya pasien curiga. Pengulangan terapi dapat dilakukan 6 bulan setelah terapi pertama. Tak ada kata maksimal dalam penyuntikan filler," ujarnya.

Suntik Filler Aman, tapi Patut Waspada KepanasanDr. Danu Mahandaru, dari The Clinic (beautylosophy). (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
"Patut diketahui bahwa suntik filler itu bukan berarti suntik sebanyak-banyaknya, kita itu sculpting orang, tentu dihubungkan dengan art. Misal memancungkan hidung, tapi nggak cocok dengan dagu dan bibir, tentu aneh," paparnya.

Danu menegaskan tak ada efek samping dari filler, jika terapi dilakukan oleh dokter yang ahli atau certified. Ini menjadi penting mengingat risiko zat filler masuk ke pembuluh darah atau kerusakan kulit bisa saja terjadi.


Selain itu, kata dia, sebenarnya tak ada pantangan yang wajib dijalankan mereka yang melakukan filler. Namun, ia mengatakan banyak olahraga dan sauna akan mempercepat penyerapan zat filler ke dalam tubuh.

"Misal kayak punya tas mahal, maka akan semakin repot, tidak bisa sembarang taruh, sama seperti muka mahal, nggak boleh sauna, atau kepanasan," ujarnya.

"Bukan nggak boleh, cuma akan mempercepat hilangnya filler, walau belum dibuktikan secara penelitian," kata dia.