Liburan Merupakan Salah Satu Rahasia Panjang Umur
Gentur Putro Jati | CNN Indonesia
Selasa, 20 Jun 2017 19:37 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Semakin sering menikmati hidup dengan liburan, maka akan semakin panjang usia seseorang. June Scott, seorang perempuan berusia 86 tahun merupakan contoh nyata dari hipotesis tersebut.
Perempuan asal Illinois, Amerika Serikat, tersebut telah menjelajah 87 negara di enam benua dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan pensiun dari kegilaan melancongnya.
Conde Nast Traveler melaporkan Scott belum lama ini kembali ke rumahnya setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan berkelana ke Palestina, Israel, Kuba dan Arab Saudi.
Untuk membuktikan bahwa hipotesis banyak liburan merupakan kunci memperpanjang usia, Scott berpartisipasi dalam riset SuperAging yang dilakukan Universitas Northwestern di kampung halamannya.
Riset tersebut berupaya menganalisa cara otak manusia menolak perubahan memori karena usia yang menua. Pasalnya dalam teori yang berlaku saat ini, otak manusia bisa menyusut seiring bertambahnya usia yang bisa menurunkan kemampuan berpikir.
Emily Rogalski, Direktur yang memimpin riset tersebut menyatakan untuk kasus SuperAgers seperti Scott, penyusutan volume otaknya sangat lamban dibandingkan orang-orang tua seusianya.
"Otak Scott bisa dibilang lebih muda dari usianya. Ia memiliki otak seperti orang berusia 50-an," kata Rogalski, dikutip Kamis (15/6).
Scott menyatakan, kunci untuk bisa membuat otaknya tetap 'muda' adalah dengan berkeliling dunia dan bertemu dengan banyak orang.
"Saya memiliki rasa penasaran yang tinggi. Saya ingin jadi pelajar seumur hidup, dan hanya dengan melakukan perjalanan itu bisa membuat hidup lebih menarik," terang Scott.
Untuk itulah, ia menolak untuk melakukan hal yang umumnya dilakukan oleh teman-temannya dengan tinggal menetap di pinggir danau Michigan atau Wisconsin untuk menikmati masa tua.
Scott dan mendiang suaminya justru lebih memilih menjelajah Taman Nasional Amerika Serikat (AS) bersama tiga anaknya.
Tidak heran di usianya yang mau menuju 90 tahun, ia bisa menceritakan kisah menegangkan melacak keberadaan gorila di Ruanda, menelusuri keberadaan sanak keluarganya di Republik Ceko, sampai sudah berhasil melihat langsung semua 17 spesies penguin yang ada di muka bumi.
"SuperAgers yang jadi responden riset kami sangat aktif secara sosial dengan banyak menjadi relawan di lingkungannya maupun di daerah baru yang dikunjunginya, seperti yang Scott lakukan," kata Rogalski.
"Dengan membuat orang lain bahagia, dan dengan banyak berkomunikasi dengan orang lain, maka aktivitas itu akan meningkatkan kerja otak manusia," imbuhnya.
Add
as a preferred
source on Google
Perempuan asal Illinois, Amerika Serikat, tersebut telah menjelajah 87 negara di enam benua dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan pensiun dari kegilaan melancongnya.
Conde Nast Traveler melaporkan Scott belum lama ini kembali ke rumahnya setelah menghabiskan waktu berbulan-bulan berkelana ke Palestina, Israel, Kuba dan Arab Saudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usia bukan berarti membatasi kegiatan bagi manula. (AFP PHOTO/Ed Jones) |
Untuk membuktikan bahwa hipotesis banyak liburan merupakan kunci memperpanjang usia, Scott berpartisipasi dalam riset SuperAging yang dilakukan Universitas Northwestern di kampung halamannya.
Riset tersebut berupaya menganalisa cara otak manusia menolak perubahan memori karena usia yang menua. Pasalnya dalam teori yang berlaku saat ini, otak manusia bisa menyusut seiring bertambahnya usia yang bisa menurunkan kemampuan berpikir.
Emily Rogalski, Direktur yang memimpin riset tersebut menyatakan untuk kasus SuperAgers seperti Scott, penyusutan volume otaknya sangat lamban dibandingkan orang-orang tua seusianya.
"Otak Scott bisa dibilang lebih muda dari usianya. Ia memiliki otak seperti orang berusia 50-an," kata Rogalski, dikutip Kamis (15/6).
Scott menyatakan, kunci untuk bisa membuat otaknya tetap 'muda' adalah dengan berkeliling dunia dan bertemu dengan banyak orang.
"Saya memiliki rasa penasaran yang tinggi. Saya ingin jadi pelajar seumur hidup, dan hanya dengan melakukan perjalanan itu bisa membuat hidup lebih menarik," terang Scott.
Scott dan mendiang suaminya justru lebih memilih menjelajah Taman Nasional Amerika Serikat (AS) bersama tiga anaknya.
Tidak heran di usianya yang mau menuju 90 tahun, ia bisa menceritakan kisah menegangkan melacak keberadaan gorila di Ruanda, menelusuri keberadaan sanak keluarganya di Republik Ceko, sampai sudah berhasil melihat langsung semua 17 spesies penguin yang ada di muka bumi.
"SuperAgers yang jadi responden riset kami sangat aktif secara sosial dengan banyak menjadi relawan di lingkungannya maupun di daerah baru yang dikunjunginya, seperti yang Scott lakukan," kata Rogalski.
"Dengan membuat orang lain bahagia, dan dengan banyak berkomunikasi dengan orang lain, maka aktivitas itu akan meningkatkan kerja otak manusia," imbuhnya.
Add
as a preferred source on Google
Usia bukan berarti membatasi kegiatan bagi manula. (AFP PHOTO/Ed Jones)