logo CNN Indonesia

Wisata Halal, Wisata yang 'Biasa Saja'

Ardita Mustafa & Ardita Mustafa , CNN Indonesia
Minggu, 18/06/2017 14:51 WIB
(CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Tidak sedikit orang Indonesia yang merasa heran saat mendengar kalimat ‘pengembangan wisata halal di Indonesia’. Karena mereka merasa, dengan jumlah pemeluk agama Islam yang sebanyak 87 persen dari 263 juta penduduk, rasanya tak perlu lagi mempertanyakan kehalalan di negeri ini. 

Tapi pendapat itu hanya dimiliki oleh orang Indonesia, belum tentu dengan wisatawan Muslim asal negara lain. 
Salah satu contohnya adalah saat saya mencuri dengar percakapan antara penjual bakso dan wisatawan asal Timur Tengah di Jakarta pada beberapa hari yang lalu.

Satu dari tiga wisatawan itu bertanya ke pedagang dalam bahasa Inggris sederhana, “apakah ini halal?”. Dengan bahasa Inggris seadanya, sang pedagang mengaku kalau makanannya halal. 

Walau terlihat ragu, ketiga wisatawan itu tetap menikmati bakso setelah komat-kamit mengucapkan doa sebelum makan. Mungkin hari itu doa mereka lebih khusyuk, agar semakin yakin dengan kehalalan bakso yang disantap. 
Tak hanya di Jakarta, kasus yang sama pasti juga terjadi di negara lain, yang beberapa tahun belakangan ini mendapat “serbuan” dari wisatawan Muslim. 

Menurut data dari CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2017, sebanyak 121 juta wisatawan Muslim melakukan perjalanan wisata sepanjang tahun lalu. Jumlah tersebut naik sebanyak 4 juta dari tahun sebelumnya.

Tempat beribadah menjadi fasilitas wajib dalam wisata halal. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)Tempat beribadah menjadi fasilitas wajib dalam wisata halal. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Tak hanya ke negara dengan penduduk mayoritas Muslim, seperti Malaysia, Arab Saudi atau Indonesia, mereka juga mendatangi negara dengan mayoritas penduduk non-Muslim, seperti Singapura, Thailand dan Inggris.

Dengan 263 juta penduduk yang 87 persen memeluk agama Islam, seharusnya memang tak perlu lagi mempertanyakan kehalalan di Indonesia. 

Sayangnya, fakta berkata lain. 

Dikatakan CEO dari CrescentRating, Fazal Bahardeen, tahun ini Indonesia berada di posisi ke-dua dalam daftar '10 Negara Muslim dengan Destinasi Wisata Halal Terbaik’. 

Naik satu peringkat dari tahun lalu tentu saja membanggakan, namun Indonesia masih kalah dari Malaysia. 
“Untuk pilihan tempat wisata, Malaysia memang kalah dari Indonesia. Tapi untuk urusan sertifikasi halal dan sosialisasi wisata halal, Indonesia perlu mengakui kalau Malaysia sudah satu langkah di depan,” kata Bahardeen saat diwawancara oleh CNNIndonesia.com pada Mei kemarin.

Belum selesai persaingan dengan Malaysia, Indonesia juga masih harus mengungguli Singapura, yang berada di posisi teratas dalam daftar '10 Negara Non-Muslim dengan Destinasi Wisata Halal Terbaik’. 

Persaingan itu belum selesai, karena Thailand, yang dikenal sebagai pusat wisata malam dan selalu menjadi pesaing Indonesia dalam hal wisata bahari, berada di posisi ke-dua.

NEXT:
Wisata halal harus tetap ramah wisatawan
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Wisata ‘Cap Halal’ Banyuwangi
0 Komentar
Terpopuler
CNN Video