Sederet Alasan Melancong Mandiri jadi Tren Baru Liburan
Gentur Putro Jati | CNN Indonesia
Minggu, 25 Jun 2017 12:35 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Belakangan solo travelling atau melancong seorang diri menjadi tren baru yang semakin banyak dilakukan. Kebebasan untuk menjelajah daerah wisata atau negara baru tanpa harus menyesuaikan waktu dengan orang lain menjadi alasan utama maraknya pelancong mandiri.
The Press and Journal memiliki sederet alasan, mengapa kita harus mencoba bepergian seorang diri:
1. Bebas
Jika sudah menyusun daftar objek-objek wisata yang harus dikunjungi saat berlibur, maka kita bisa melakukannya tanpa harus khawatir orang lain yang ikut liburan bersama kita tidak akan senang mengunjungi tempat tersebut.
2. Berkenalan dengan orang baru
Melancong mandiri memberi kesempatan bagi kita untuk bertemu dengan orang-orang baru selama dalam perjalanan. Siapa tahu, orang tersebut memiliki selera dan hobi yang sama dengan kita.
3. Mengenal dan memuaskan diri sendiri
Habiskan waktu liburan yang kita miliki, hanya untuk kepentingan dan kebahagiaan diri sendiri.
4. Tanpa drama
Perselisihan yang mungkin timbul dengan pasangan atau rekan yang liburan bersama, bisa dihindari jika kita melancong mandiri.
5. Rasa rindu itu penting
Dengan meninggalkan pasangan dan keluarga di rumah untuk melancong mandiri, maka rasa rindu akan membuncah. Ketika kita kembali ke rumah, maka kita bisa lebih menghargai waktu bersama mereka.
The Press and Journal memiliki sederet alasan, mengapa kita harus mencoba bepergian seorang diri:
1. Bebas
Jika sudah menyusun daftar objek-objek wisata yang harus dikunjungi saat berlibur, maka kita bisa melakukannya tanpa harus khawatir orang lain yang ikut liburan bersama kita tidak akan senang mengunjungi tempat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan liburan mandiri, pelancong bebas menentukan objek wisata yang akan dikunjungi. (Julian Jagtenberg via Pexels) |
2. Berkenalan dengan orang baru
Melancong mandiri memberi kesempatan bagi kita untuk bertemu dengan orang-orang baru selama dalam perjalanan. Siapa tahu, orang tersebut memiliki selera dan hobi yang sama dengan kita.
Liburan mandiri membuka peluang untuk berkenalan dengan orang baru. (REUTERS/Gleb Garanich) |
3. Mengenal dan memuaskan diri sendiri
Habiskan waktu liburan yang kita miliki, hanya untuk kepentingan dan kebahagiaan diri sendiri.
4. Tanpa drama
Perselisihan yang mungkin timbul dengan pasangan atau rekan yang liburan bersama, bisa dihindari jika kita melancong mandiri.
Berlibur dengan pasangan terkadang menimbulkan selisih paham jika salah satu pihak merasa tidak senang dengan objek wisata yang dikunjungi. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
5. Rasa rindu itu penting
Dengan meninggalkan pasangan dan keluarga di rumah untuk melancong mandiri, maka rasa rindu akan membuncah. Ketika kita kembali ke rumah, maka kita bisa lebih menghargai waktu bersama mereka.
Dengan liburan mandiri, pelancong bebas menentukan objek wisata yang akan dikunjungi. (Julian Jagtenberg via Pexels)
Liburan mandiri membuka peluang untuk berkenalan dengan orang baru. (REUTERS/Gleb Garanich)
Berlibur dengan pasangan terkadang menimbulkan selisih paham jika salah satu pihak merasa tidak senang dengan objek wisata yang dikunjungi. (CNN Indonesia/Safir Makki)