Di Balik Riuh Peluncuran Koleksi Louis Vuitton X Supreme

Rahman Indra, CNN Indonesia | Senin, 03/07/2017 16:38 WIB
Di Balik Riuh Peluncuran Koleksi Louis Vuitton X Supreme Koleksi kolaborasi paling ditunggu tahun ini diluncurkan serentak di Paris, London, Miami, Los Angeles, Tokyo, Beijing, Seoul dan Sydney. (Foto: Thinkstock/AGCreativeLab)
Jakarta, CNN Indonesia -- Antrian memanjang di Bondi, Sydney pada akhir pekan lalu. Beberapa di antaranya bahkan rela bermalam demi menjadi yang pertama mendapatkan item dari koleksi kolaborasi paling ditunggu tahun ini, Louis Vuitton X Supreme.

Melansir Sydney Morning Herald, salah seorang yang bermalam di sana mengungkapkan ia ingin mendapatkan item seperti dompet dan scarf, untuk dirinya sendiri, lalu teman dan menjual lagi jika berhasil mendapatkan beberapa item.

Hal ini bukanhal baru lagi di saat peluncuran perdana koleksi paling ditunggu para pecinta mode. Jika harga kaos aslinya hanya US$700, maka seseorang bisa saja menjualnya kembali pada orang lain seharga dua kali lipatnya, US$1400. Bahkan ada yang tak sungkan menjualnya hingga US$ 2800, dan masih ada yang mau membeli, karena tidak mau ikut mengantri. 



Koleksi kolaborasi antara LV dan Supreme menjadi yang paling diincar karena keduanya cukup bertolak belakang dan punya sejarah yang cukup bersinggungan. Louis Vuitton adalah label mewah asal Perancis, sementara Supreme merupakan label streetwear asal New York.

Koleksi kolaborasi memang belum akan tersedia dalam beberapa minggu ke depan, akan tetapi koleksi kapsul atau beberapa item di antaranya sudah diluncurkan pada akhir pekan lalu di delapan pop-up store di beberapa negara, yakni Paris, London, Miami, Los Angeles, Tokyo, Beijing, Seoul dan Sydney.

Peluncuran koleksi kapsul ini sontak mendapat sambutan antusias dan antrian panjang. Mengutip LA Times, label Supreme menanjak popularitasnya sejak mulai dikenakan oleh sejumlah selebriti di antaranya Kylie Jenner, Drake, Kanye West, Pharrel Williams, Lady Gaga dan Rihanna.


Kolaborasi ini sebenarnya bukan lagi kabar baru yang mengejutkan. Beberapa item dari koleksi tersebut juga pernah ditampilkan sebelumnya dalam peragaan busana di Paris pada Januari lalu sebagai bagian dari peragaan busana Louis Vuitton Fall/Winter 2017.

Dari koleksi tersebut, ada yang mencolok dengan penempatan logo Supreme yang cukup besar di beberapa item dari mulai kemeja, kaos, hingga tas, dan sepatu.

Logo boks Supreme itu diikuti di bagian bawahnya dengan monogram Louis Vuitton. Supreme lewat akun Instagramnya pernah pula membagi cuplikan potongan busana dari koleksi kolaborasi tersebut, di antaranya jaket kulit merah dan putih berlogo label keduanya.

[Gambas:Instagram]

Koleksi kolaborasi ini meluas tidak hanya pada busana, tapi juga termasuk mainan kunci, case ponsel, dan bahkan dompet, hingga tas punggung.

Kolaborasi keduanya dapat dikatakan sebagai yang janggal, karena bagaimanapun Supreme pada awal kemunculannya dari budaya skate di New York oleh pendiri James Jebbia pada 1994. Sejarah pangan mereka jauh berbeda dari Louis Vuitton. Bahkan pernah juga tersandung kasus hak paten dengan LV pada 2000.

Namun, menanjaknya popularitas Supreme kini membuat label mewah asal Perancis itu kemudian tak enggan untuk mengajak kerjasama.

Selain di delapan kota di dunia, koleksi kolaborasi Louis Vuitton X Supreme ini dikabarkan akan tersedia di butik Louis Vuitton di seluruh dunia pada pertengahan Juli mendatang, bersamaan dengan peluncuran koleksi busana pria Fall/Winter 2017.