Festival Pulau Penyengat Angkat Budaya Melayu

advertorial, CNN Indonesia | Selasa, 18/07/2017 13:25 WIB
Festival Pulau Penyengat Angkat Budaya Melayu
Tanjung Pinang, CNN Indonesia -- Bagi Anda yang suka budaya Melayu dan dunia maritim, datang saja ke Tanjung Pinang untuk menghadiri Festival Pulau Penyengat pada 22 hingga 24 Juli 2017 mendatang. Salah satu destinasi wisata unggulan di Tanjung Pinang ini menyimpan banyak kekayaan alam yang indah.

Faktanya, Pulau Penyengat yang dikenal dengan sebutan Pulau Penyengat  Indra Sakti atau Pulau Penyengat  Mas Kawin dan pernah menjadi pusat Kerajaan Riau-Lingga.  

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti mengatakan, kegiatan ini mampu membangkitkan wawasan wisata dan cinta budaya, khususnya kebudayaan Melayu.


"Selain itu juga mengembangkan industri kelautan yang meliputi industri  maritim, wisata dan olahraga bahari, perikanan, dan jasa kelautan serta mampu meingkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di perbatasan maupun wisatawan nusantara. Mengingat Pulau Penyengat merupakan salah satu daerah perbatasan dekat dengan Singapura dan Malaysia," ujarnya.

Dilihat dari data kunjungan wisatawan mancaanegara (wisman) pada 2016, ada 92.948 Wisman. Sedangkan untuk target di tahun ini sebesar 3 juta wisman untuk Kepulauan Riau secara keseluruhan.

"Panitia sudah berkoordinasi dengan kami dan menargetkan selama event berlangsung, wisatawan yang hadir yakni wisman 300 orang dan 12.000 wisatawan nusantara. Semoga bisa melampaui target," harapnya.

Panitia pelaksana telah menyiapkan berbagai perlombaan dan acara menarik. Antara lain lomba dayung sampan, lomba pukul bantal di laut, lomba nambat itik di laut, lomba becak motor hias, pangkak gasing, syahril gurindam 12, membaca gurindam 12, pertunjukan wayang cicak, kegiatan klinik sastra, hingga. Diprediksikan peserta yang ikut acara ini mencapai 1.316 orang.

Festival ini JUGA berpotensi menjaring wisman di wilayah perbatasan. Apalagi budaya Melayu di wilayah ini masih sangat kental dan tetap dilestarikan.

"Karena dengan festival yang dilandasi dengan budaya, dipastikan tingkat kunjungan wisata semakin bertambah dan itu akan memajukan daerah serta meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat," paparnya.

Walikota Tanjung Pinang, Lis Darmansyah menjelaskan ada beberapa acara pendukung. Antara lain Fashion Malay Penyengat Syawal Serantau, Hunting Photography Penyengat Halal Competition, dan Short Film Netizen Penyengat Halal Competition.

"Tidak hanya itu, ada pula acara seru lainnya seperti Tour Pattern Penyengat Halal Competition, Khazanah Kompang Melayu. Agenda ini sekaligus menjadi sarana pertunjukan dan hiburan bagi wisatawan dan masyarakat Tanjung Pinang," katanya.

Ia menambahkan, ada lebih 20 agenda kegiatan yang akan mewarnai festival ini. Namun ada tiga acara unggulan yang akan menjadi atraksi paling menarik dan akan menjadi pusat perhatian masyarakat dan wisatawan.

"Kegiatan ini terbagi tiga jenis, yaitu Kompetisi Malay Fashion Carnaval, Parade Melayu dan Muslim Fashion, juga Bazar Melayu Fashion. Event ini terus menyasar crossborder tourism karena dekat dengan Batam dan Singapura," katanya.

Kompetisi pakaian karnaval diadakan dengan tujuan menggali konten lokal Melayu dalam atribut maupun model dan desain pakaian yang dipamerkan.

"Event ini akan mengangkat konten lokal jenius Melayu dalam karya kreatif pakaian karnaval, juga sebagai daya tarik untuk kunjungan para turis. Diharapkan akan menjadi aktivitas pariwisata Pulau Penyengat secara berkelanjutan," ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Festival Pulau Penyengat bisa mengangkat pariwisata Kepulauan Riau, khususnya potensi destinasi wisata alam dan budaya setempat. Selain itu juga memperkenalkan Pulau Penyengat sebagai pusat sejarah dan budaya Melayu.

"Letaknya yang strategis, berbatasan dengan Malaysia dan Singapura menjadi keuntungan tersendiri. Semua harus digarap secara serius. Kalau Tanjung Pinang serius, komitmen, pariwisata pasti cepat tumbuh," tukasnya. (odh)