Kesalahan CV yang Biasa Dilakukan Pelamar Bidang Pemasaran

Ferdy Thaeras, CNN Indonesia | Jumat, 21/07/2017 13:40 WIB
Kesalahan CV yang Biasa Dilakukan Pelamar Bidang Pemasaran Foto: Bench Accounting via StockSnap
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat melamar kerja, yang pertama dilihat dari perekrut sebagai pertimbangan adalah resume dan curriculum vitae (CV) yang baik. Dalam CV, pelamar pasti akan menampilkan berbagai informasi yang dianggap krusial untuk dipertimbangkan diterima bekerja.

Khusus bagi Anda yang melamar di bidang pemasaran atau marketing, kriterianya agak berbeda. Sebagai orang yang bertanggung jawab memasarkan produk atau jasa perekrut, kesan yang ditampilkan harus lebih meyakinkan. Apa sajakah kesalahan yang biasa dilakukan pelamar pekerjaan di bidang pemasaran dalam CV-nya?

1. Sekedarnya
Sebagai seorang ahli pemasaran, perlu diingat bahwa Anda juga sedang memasarkan diri dan perekrut adalah orang pertama yang harus diyakinkan. Ahli pemasaran yang baik akan menciptakan sebuah CV selayaknya sebuah proposal penawaran yang sangat meyakinkan.

2. Salah Target
Seorang pemasar sejati harus tahu siapa target pasar yang dituju untuk mencapai tujuannya dengan tepat. Sama halnya dengan menulis CV, semua informasi yang ditampilkan haruslah sesuai dengan profil maupun kriteria yang diinginkan perekrut.


Menceritakan dengan padat dan singkat informasi atau pengalaman yang relevan dengan perusahaan perekrut akan membuat pelamar terlihat lebih kredibel untuk segera diterima bekerja.

3. Tidak Tahu Nilai Diri
Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam dunia kerja, kelebihan yang dimiliki akan disesuaikan dengan posisi yang dibutuhkan. Jadi seorang pelamar harus tahu benar kelebihan dan kekurangan dirinya dan apa saja yang bisa dikontribusikan kepada perusahaan perekrut.

4. Melupakan Strategi
Saat melamar kerja, CV adalah senjata pertama untuk masuk ke medan perang. Bedanya, CV juga harus memiliki strategi tersendiri untuk menampilkan informasi tentang diri pelamar yang membuat perekrut tertarik untuk memberi pekerjaan. Hal ini berarti susunan informasi penting seperti nilai-nilai pribadi, pengalaman kerja yang kompatibel dengan perusahaan yang dilamar hingga aspek lain yang menonjol.

5. Fokus Pada Keuntungan
Seorang pemasar yang baik tidak akan menjual produknya dengan menampilkan keuntungan yang didapat, namun fokus kepada fitur yang dimiliki sehingga bermanfaat bagi pembeli. Sama halnya dengan CV, jangan terlalu fokus pada aspek-aspek keuntungan yang ingin Anda dapatkan saja. Tonjolkan semua kelebihan Anda yang berguna bagi posisi sehingga perekrut merasa ada banyak manfaat yang diperoleh jika memiliki Anda dalam tim.


BACA JUGA