Afi Nihaya Faradisa: Bullying Bentuk Apapun Tak Sehat

Rahman Indra, CNN Indonesia | Minggu, 23/07/2017 12:39 WIB
Afi Nihaya Faradisa: Bullying Bentuk Apapun Tak Sehat Afi Nihaya Faradisa mengungkapkan pendapatnya mengenai bullying yang pernah ia alami beberapa waktu lalu. Baginya, bullying apapun bentuknya tak menyehatkan. (Foto: Screenshoot via Instagram/@afi.nihayafaradisa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mungkin tidak ada yang percaya jika Afi Nihaya Faradisa mengatakan bullying atau cyber bullying yang ia alami beberapa waktu lalu sangat mengganggu psikologisnya.

Namun, begitulah adanya. Sebagai seseorang berusia 18 tahun, Afi merasa hal itu sangat besar dampaknya. "Saya merasa sedih, terganggu, dan tertekan," ungkapnya lugas bercerita saat dihubungi CNNIndonesia.com, pada Jumat (21/7).

Nama Afi sempat mencuat dan mencuri perhatian publik ketika ia membagi postingan tulisan kritis akan keberagaman sekitar akhir Mei lalu. Publik kemudian memuji, dan tak sedikit juga yang mencela. Apalagi setelah ada yang mengatakan tulisan bernasnya itu hasil plagiat. 


"Terlepas dari apapun penyebab orang membully saya, saya rasa tak ada orang yang layak diperlakukan demikian," ujarnya menambahkan.


Lebih jauh, siswa SMA Gambiran, Banyuwangi Jawa Timur itu menegaskan tidak ada orang yang bisa begitu saja menerima dirinya dicela.

"Siapa yang bisa terima jika dikata-katai seperti: "Dasar plagiator, kamu nggak malu?", "Kamu jelek banget sih", atau "Mati aja sana"," ujarnya. 

Memang, kata dia, di dunia nyata dirinya tidak dibully, hanya di dunia maya (cyberbullying). Namun, cyberbullying itu buruk sekali. "Karena Anda bisa menyerang orang lain habis-habisan kapan saja dan di mana saja tanpa harus ketahuan muka dan nama Anda," ujarnya.

Afi mengatakan dirinya baru mendapat bully, ketika ia membagi postingan tulisan di media sosial. Sebelumnya ia tidak pernah mendapat perlakuan serupa, sehingga ini cukup mengejutkan.

"Bullying menjadi momen berat yang saya lalui dengan banyak cara. Dari mulai mencari teman yang supportive, membaca buku-buku atau artikel yang bisa menguatkan mental, hingga berupaya menghindari sumber bully," ujarnya.

[Gambas:Instagram]

Tak benar adanya

Terkait kabar simpang siur akan karyanya yang plagiat, Afi mengatakan semua yang dibilang orang di media gosip atau sejenisnya, itu semua tidak benar.

"Orang harus mencari tahu (tabayyun), mengonfirmasi pada yang bersangkutan sebelum judge macam-macam. Akun gosip seringkali cuma memasang gosip, bukan realita. Lebih dari 50% berita di luar sana tentang diri saya TIDAK BENAR," tegasnya.

Lalu, bagaimana dengan video curhat yang dituding copy orang lain?

"Saya tidak meniru Amanda Todd. Saya meniru perkataan dari video seorang gadis yang mengomentari kasus bullying Amanda Todd. Nama gadis itu adalah Catherine Olek," ujarnya.

Afi menuturkan dirinya juga sudah berkomunikasi dengan Olek, dan hubungan mereka baik-baik saja. "Malah ia merasa senang saya mengomentari videonya. Saya dan dia bahkan sering chatting dan menguatkan satu sama lain." 

Dalam waktu dekat, Afi dan Olek berencana membuat video bersama tentang kampanye anti bullying.


Meski sudah berlalu beberapa waktu sejak tulisan pertamanya yang bikin heboh, Afi mengaku dirinya masih menerima bullying dari warganet. "Ya, masih. Terutama di DM instagram," ujarnya.

Dari berbagai hal dan pengalaman bullying yang ia hadapi, Afi lalu punya saran buat teman-teman yang juga jadi korban bully di luar sana. Menurutnya, jika orang-orang terus menyakiti, kesalahan terletak pada mental mereka dan bukan pada orang yang dibully.

"Karena orang yang mentalnya normal tidak mungkin berkeliling hanya untuk menyakiti manusia lain," ujarnya.