Perbedaan Beras Pera dan Pulen yang Harus Diketahui

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 26/07/2017 08:01 WIB
Perlu diketahui, beras memiliki beragam jenis yang beredar di pasaran. Berikut perbedaan yang pulen dan pera pilihan masyarakat. Perlu diketahui, beras memiliki beragam jenis yang beredar di pasaran, seperti beras pulen dan beras pera yang menjadi pilihan masyarakat. Ada perbedaan lain yang perlu diketahui oleh masyarakat soal kedua jenis beras tersebut. Perbedaan itu dijelaskan oleh Profesor Dokter Nuri Andarwulan, Direktur dari Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center di Graha Unilever, Serpong, Tangerang Selatan, usai diskusi soal tingkat penyakit tidak menular (PTM), Selasa (25/7). Lihat juga:Pakar Sebut Tak Ada Beras Murni Dijual di Pasar Faktor Genetik Menurut Nuri, perbedaan beras pera dan pulen ditentukan oleh faktor genetik varietas padi yang memiliki kandungan amilosa yang berbeda-beda. (Foto: CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beras merupakan salah satu bahan pangan yang tidak dapat ditinggalkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan ada pula ungkapan 'belum makan kalau belum makan nasi'.

Perlu diketahui, beras memiliki beragam jenis yang beredar di pasaran, seperti beras pulen dan beras pera yang menjadi pilihan masyarakat. Ada perbedaan lain yang perlu diketahui oleh masyarakat soal kedua jenis beras tersebut.

Perbedaan itu dijelaskan oleh Profesor Dokter Nuri Andarwulan, Direktur dari Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center di Graha Unilever, Serpong, Tangerang Selatan, usai diskusi soal tingkat penyakit tidak menular (PTM), Selasa (25/7).

Faktor Genetik
Menurut Nuri, perbedaan beras pera dan pulen ditentukan oleh faktor genetik varietas padi yang memiliki kandungan amilosa yang berbeda-beda.


"Perbedaan beras itu ada dalam kandungannya. Jadi, di dalam beras ada pati yang jadi sumber karbohidrat yang dikonsumsi oleh tubuh sebagai sumber energi. Dan dalam pati itu ada kandungan amilosa dan amilopektin," ujarnya.

Beras pulen mengandung sekitar 20 persen kadar amilopektin sehingga beras menjadi lengket saat menjadi nasi. Sedangkan beras pera memiliki kandungan lebih dari 25 persen kadar amilosa sehingga nasi akan lebih keras ketika dimasak.

Penyajian
Dalam penyajiannya, beras pera yang keras lebih membutuhkan banyak air daripada beras pulen. Hal itu menyebabkan beras pera lebih mudah dicerna oleh tubuh ketika disantap.

"Beras pera itu dalam memasaknya lebih butuh banyak air karena keras, nah karena itulah jadinya lebih mudah dicerna. Kandungan air yang banyak dalam beras tersebut membuat seseorang menjadi lebih cepat kenyang," ucapnya.

"Sedangkan kalau pulen kan nyerap airnya sedikit. Tapi, masyarakat kita lebih senang dengan nasi pulen karena lebih enak daripada pera," tuturnya kemudian.

Manfaat Kesehatan
Meski demikian, menikmati nasi yang terbuat dari beras pera menjadi keuntungan sendiri bagi seseorang. Saat seseorang memakan nasi pera dengan takaran yang lebih sedikit akan membuat gula darah lebih terkontrol.

"Gula darah lebih terkontrol," ucapnya. Selain itu, nasi pera juga mudah dicerna dan tidak menyebabkan nasi menumpuk dalam perut.

Selain itu, beras pera juga dapat dibuat menjadi tepung beras. Dari segi kesehatan, tepung beras baik dikonsumsi untuk penderita gluten-intolerant karena tidak terlalu banyak mengandung gluten.