Namun menurut Professor Jeyakumar Henry, kepala Clinical Nutrition Research Centre (CNRC) Singapura, semua ini tergantung pada berapa banyak nasi yang disantap. Selain itu, ini juga tergantung pada dengan apa Anda menyantap nasi putih tersebut, dan bagaimana cara makan nasi putih itu. Semuanya akan memberi pengaruh besar pada tubuh Anda.
Sebuah studi yang dimuat dalam European Journal of Nutrition menemukan bahwa paduan makan nasi putih yang tepat akan membantu menurunkan nilai indeks glikemik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks glikemik atau GI adalah berapa banyak kandungan gula darah yang meningkat dalam darah karena asupan makanan. Nilai GI yang disarankan berkisar 55 atau kurang. GI dianggap tinggai jika sudah mencapai angka 70 atau lebih.
Penelitian juga mengungkapkan, saat sedang makan Singapore Chicken Rice, cara paling tepat adalah dengan menikmati supnya terlebih dulu. Tujuannya adalah untuk mengurangi respons tubuh terhadap gula. Sup kaldu ayam, ataupun sup daging lainnya, disinyalir mengandung asam amino yang tinggi, yang bisa meningkatkan sekresi insulin.
Penelitian lain mengungkapkan bahwa mengonsumsi susu kedelai atau susu setelah makan akan membantu mengurangi jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh.
Jumlah gula yang masuk ke dalam darah yang terlalu banyak akan menyebabkan diabetes, gagal ginjal, kebutaan, sampai amputasi. Hal ini terjadi kaena pankreas harus bekerja lebih keras untuk menyingkirkan gula yang tertinggal dalam darah yang merusak organ. Ketika hal ini terjadi terlalu sering, pankreas akan mudah lelah dan menyebabkan mereka berpotensi untuk mengalami diabetes. (chs)