Obat Kanker Terbaru Punya Efek Samping Hitamkan Rambut

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 25/07/2017 20:15 WIB
Obat Kanker Terbaru Punya Efek Samping Hitamkan Rambut Sebanyak 14 pasien dari total 52 pasien yang terlibat studi mendapati rambut mereka yang beruban berubah menjadi cokelat dan lama-kelamaan menghitam. (Foto: Thinkstock/Valua Vitaly)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada masanya rasa putus asa melanda pasien kanker. Tak hanya soal penyakit yang diderita, tetapi juga proses pengobatan yang membuat tampilan fisik berubah, misalnya kerontokan rambut hingga kebotakan akibat kemoterapi.

Penemuan terbaru obat kanker ternyata memiliki efek yang sama sekali berbeda. Obat ini mampu menghitamkan rambut pasien yang beruban.

Peneliti dari Spanyol melakukan tes pada tiga jenis obat kanker, Keytruda, Opdivo dan Tecentriq yang disinyalir punya efek negatif pada pasien. Namun, justru hasil temuan mereka begitu mengejutkan.


Setelah mengonsumsi obat, sebanyak 14 pasien dari total 52 pasien yang terlibat studi mendapati rambut mereka yang beruban berubah menjadi cokelat dan lama-kelamaan menghitam.

Awalnya Noelia Rivera, dermatologis dari Autonomous University, Barcelona, menduga hal ini hanyalah kasus khusus. Namun saat mereka mengecek foto pasien lain sebelum dan sesudah konsumsi obat, hal serupa terjadi.

Dalam 13 kasus, rambut pasien yang beruban berubah menjadi cokelat atau hitam sempurna. Sementara pada satu pasien, rambut berubannya berubah menjadi hitam sebagian.

Studi ini juga menunjukkan bahwa dalam 14 pasien ini juga merespons pengobatan lebih baik baik dari pasien lain. Artinya, kembalinya pigmen rambut menunjukkan bahwa obat bekerja pada mereka.

Hingg saat ini, para dokter yang terlibat belum punya penjelasan rinci soal perubahan warna rambut ini. Namun mereka berencana untuk melakukan studi lanjutan soal efek samping yang menguntungkan ini.

Menariknya lagi, obat yang dilibatkan dalam studi ini sebelumnya berhubungan dengan hilangnya warna rambut pada pasien melanoma, atau kanker kulit. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmu pengobatan, JAMA.

Rivera memperingatkan untuk tidak menggunakan obat kanker ini untuk mengatasi rambut beruban. Jika komponen pengubah warna rambut dalam obat terkonfirmasi, maka pengobatan baru untuk kasus rambut beruban akan dikembangkan, seperti dilansir dari Oddity Central.