Ejekan Soal Berat Badan Bisa Buat Orang Kena Stroke

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 31/01/2017 05:28 WIB
Ejekan Soal Berat Badan Bisa Buat Orang Kena Stroke Ilustrasi: Ledekan soal berat badan ternyata bisa berdampak serius, salah satunya penyakit jantung. (Thinkstock/DAJ)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah studi terbaru menemukan mengejek seseorang karena berat badannya bukan hanya membuat mereka malu dan kehilangan minat menurunkan bobot tubuh, bahkan dapat berujung pada stroke dan serangan jantung.

Melansir Telegraph, penelitian tersebut dilakukan oleh University of Pennsylvania dan menemukan bahwa pesan yang menyakiti orang berbobot lebih dapat memengaruhi pola asupan mereka.

Ejekan seperti pemalas, tidak berkompeten, tidak menarik, dan menyalahkan bentuk badan, ternyata diketahui dapat membuat pola asupan berantakan dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti jantung juga metabolisme seperti diabetes.


"Ada kesalahpahaman umum bahwa stigma negatif mungkin membantu memotivasi individu dengan obesitas untuk menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan mereka." kata Rebecca Pearl, profesor dari University of Pennsylvania.


"Kami menemukan dampak yang berkebalikan. Ketika orang merasa malu karena berat mereka, mereka akan lebih menghindari latihan dan mengkonsumsi lebih banyak kalori untuk mengatasi stres."

Penelitian ini dilakukan dengan menguji 159 orang dewasa yang mengidap obesitas. Hasil penelitian menunjukan orang yang kerap menerima stereotip negatif punya risiko lebih besar menderita penyakit jantung, stroke dan diabetes.

Selain itu, mereka yang punya kesan negatif terhadap ukuran tubuh, tiga kali lebih mungkin menderita sindrom metabolisme dan memiliki tingkat trigliserida atau lemak darah enam kali lebih tinggi.

Tom Wadden, peneliti lain yang berpartisipasi dalam penelitian tersebut, menyarankan penyedia layanan kesehatan, media, dan publik, agar tidak mempermalukan dan membuat malu penderita obesitas.


"Mempermalukan bukan cara terbaik untuk membuat mereka menurunkan berat badan, namun justru malah berdampak pada kesehatan penderita obesitas," tutur Wadden.

"Konsultan kesehatan dapat memerankan peran penting untuk mencegah ini dengan memperlakukan mereka dengan hormat, membahas berat badan dengan sensitivitas dan tanpa penghakiman, serta memberikan dukungan juga dorongan kepada pasien yang berjuang menurunkan berat badan."

(end/les)