'Camilan Sehat' yang Sebenarnya Kurang Baik Untuk Kesehatan

Ferdy Thaeras, CNN Indonesia | Senin, 31/07/2017 10:24 WIB
'Camilan Sehat' yang Sebenarnya Kurang Baik Untuk Kesehatan Menurut ahli, smoothies terkadang menjadi terlalu manis karena terlalu banyak buah dicampur dan seratnya berkurang. (Foto: Karolina/KaboomPics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat belanja di supermarket, pembeli dihadapkan dengan berbagai pilihan produk yang diklaim sehat oleh produsennya. Untuk meyakinkan pembeli, fakta nutrisi pun dicantumkan agar jelas daftar kandungan yang terdapat dalam makanan.

Tabel fakta nutrisi yang sebenarnya sudah detail mencantumkan berbagai takaran nutrisi justru jarang dilihat orang. Biasanya orang lebih memilih pertimbangan harga maupun rasa dari sebuah produk.

Dilansir dari Delish, sebenarnya ada makanan yang seakan sehat namun sebenarnya menjadi kurang sehat karena banyaknya kandungan lain yang menyertai seperti gula, bahan pengawet hingga perasa buatan. Apa sajakah camilan sehat yang belum tentu sehat itu?

1. Yogurt Aneka Rasa
Jangan tertipu dengan label ‘bebas lemak’. Yogurt yang sehat adalah yang tidak memiliki rasa seperti jenis greek yogurt. Yogurt aneka rasa telah ditambahkan gula dan pemanis buatan lainnya dengan rasa buah yang membuat asupan gula menjadi naik. Ketimbang memilih yang beraneka rasa, campur yogurt polos dengan buah segar atau madu alami.


2. ‘Roti Gandum’
Tahukah Anda bahwa tidak semua roti yang dilabeli ‘roti gandum’ terbuat dari gandum utuh? Pada kenyataannya, banyak roti putih biasa yang pembuatannya ditaburi sedikit campuran bubuk gandum. Perhatikan label 100% gandum dan di tabel nutrisi, pastikan satu irisan roti mengandung 2 gram serat.

3. Susu Skim Tanpa Lemak
Menurut ahli gizi Lauren Slayton, MS, RD, susu skim biasanya tidak memiliki kandungan lemak karena telah melewati proses ilmiah. Tubuh manusia tetap membutuhkan lemak dalam batas kewajaran, jadi ketimbang memilih susu skim tanpa lemak, pilihlah susu rendah lemak atau susu almond tanpa pemanis tambahan.

4. Saus Salad Ringan
Biasa disebut dengan dressing salad, saus buatan dengan berbagai jenis ini pasti memiliki kandungan gula dan sodium. Namun berhati-hatilah dengan versi label dressing yang ringan karena biasanya ditambahkan perasa buatan dan zat pengawet. Sebaiknya, untuk salad cukup tambahkan minyak zaitun ekstra virgin dan vinegar.

5. Granola
Ahli gizi klinis di Miami, Dr. Michael Forman berkata, “Jangan membodohi diri sendiri dengan berpikir satu bahan dapat membuah sebuah makanan menjadi sehat.” Menurutnya, makan granola ibarat makan kue manis. Ia menyarankan untuk membuat campuran serupa granola sendiri di rumah yang terdiri dari buah beri kering, biji beri, kacang dan yogurt murni.

6. Energy Bar
Sama halnya dengan granola, batangan makanan berenergi ini sarat akan gula, lemak dan bahan-bahan artifisial. Takarannya terkadang melampaui makanan pencuci mulut yang manis. Para ahli menyarankan untuk tidak mengambil jalan pintas mendapatkan energi dengan mengonsumsi makanan seperti ini, namun dengan selalu membawa buah segar dan roti gandum utuh kemanapun Anda pergi.

7. Smoothies
Saat ini makanan segar ini sedang menjadi tren dengan penyajian yang cantik. Namun perhatikan apa saja yang dimasukkan ke dalam blender sehingga membuatnya menjadi terlalu manis. Ahli gizi Kristin Kirkpatrick, MS, RD, LD menjelaskan bahwa asupan gula per hari jangan melebihi 25 gram. Proses blender buah pun menghilangkan serat sehingga tubuh merasa lapar lebih cepat.

8. Keripik Sayur
Saat diproses menjadi keripik, nilai nabati dari sayur semakin menipis. Dalam pembuatannya, keripik ada yang dipanggang atau digoreng, dan warna sayuran akan selalu menjadi lebih pucat.

9. Buah Kering
Tidak semua buah yang dikeringkan tetap memiliki rasa yang enak di mulut, seperti mangga atau cranberry. Menurut ahli gizi, buah yang tetap enak dimakan tanpa perlu ditambahkan pemanis buatan adalah kismis, aprikot, plum, kurma dan buah ara. (frt/frt)