Waspadai Bahaya Mencampurkan Obat dengan Alkohol

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Senin, 31/07/2017 19:57 WIB
Waspadai Bahaya Mencampurkan Obat dengan Alkohol Menenggak obat penekan rasa sakit bersama alkohol sangat tidak dianjurkan. Jika tidak hati-hati akan berakibat fatal. (Foto: CNN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sakit kepala memang bisa menyerang kapan saja termasuk saat sedang bersantai dan berkumpul dengan teman-teman. Ajang kumpul yang sedang berlangsung pun kadang terasa seperti 'neraka' jika sakit kepala datang.

Bagaimana jika sakit kepala datang saat seseorang sedang menikmati minuman beralkohol? Bukan tidak mungkin dia akan memilih untuk menenggak obat di saat yang bersamaan dengan segelas minuman alkohol.

Dilansir dari The Daily Meal, alkohol tidak hanya membuat seseorang mabuk tetapi mempengaruhi seluruh tubuh. Bahkan, jika segelas minuman beralkohol dikombinasikan dengan obat maka akan menyebabkan reaksi buruk.


Ada sejumlah hal yang terjadi jika mencampurkan obat dengan minuman alkohol.


1. Risiko penyakit ginjal

Seseorang yang mengkonsumsi alkohol terlalu banyak dapat berpotensi terserang penyakit ginjal. Begitu juga jika seseorang terlalu banyak mengkonsumsi salah satu obat asal Amerika, tylenol.

Mencampur tylenol dengan alkohol merupakan ide yang sangat buruk. Menurut WebMD tahun 2013 ditemukan bahwa orang yang menggabungkan tylenol dengan sedikit alhokol dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal hingga 123 persen.

Salah satu penyebab gagal hati akut di Amerika Serikat karena konsumsi tylenol yang berlebihan dan meminumnya dengan alkohol.

2. Permasalahan perut hingga pendarahan pencernaan

Salah satu obat yang sering dikonsumsi adalah ibuprofen. Obat tersebut berfungsi untuk meredakan nyeri di kepala, sakit gigi, nyeri haid, hingga nyeri otot.

Meminum ibuprofen tidak dianjurkan untuk berbarengan dengan minuman alkohol. Menggabungkan keduanya dapat menyebabkan masalah perut termasuk pendarahan di bagian pencernaan atau gastrointestinal.


3. Pendarahan perut

Secepat kilat seseorang akan menenggak aspirin saat sakit kepala menyerang. Hal itu biasanya akan dilakukan di manapun mereka berada. Tidak menutup kemungkinan seseorang akan meminum aspirin meskipun sedang meminum minuman beralkohol.

Namun, risiko utama dari menggabungkan alkohol dengan aspirin adalah pendarahan pada bagian perut. Sebuah penelitian tahun 1990 menemukan bahwa mengkonsumsi dua tablet aspirin selama satu jam sebelum minum alkohol dapat meningkatkan kadar alkohol hingga 30 persen.

Pencampuran keduanya dinilai dapat membuat kerusakan di dalam organ tubuh salah satunya adalah perut.

4. Pendarahan lambung

Saat seseorang mengalami demam, radang dan kekakuan pada sendi biasanya dia akan memilih untuk meminum obat naproxen.

Namun, mencampur naproxen dengan minuman alkohol dapat menyebabkan pendarahan lambung. Meskipun biasanya mencampurkan keduanya dinilai aman dalam jumlah sedikit akan lebih baik untuk menghindarinya.

Dari uraian di atas, diketahui bahwa jika ingin konsumsi obat-obatan peredam nyeri sebaiknya hindari alkohol. Di tingkat paling berbahaya, obat yang mengandung Oxycodone untuk depresi, ketika dibarengi alkohol akan membuat napas terhenti.

Oleh karenanya, sangat dianjurkan untuk melihat aturan minum yang terdapat di label setiap obat peredam nyeri, jangan konsumsi melebihi dosis atau dibarengi dengan alkohol.