Festival Budaya Lembah Baliem Pecahkan Dua Rekor

advertorial, CNN Indonesia | Kamis, 10/08/2017 13:48 WIB
Festival Budaya Lembah Baliem Pecahkan Dua Rekor
Wamena, CNN Indonesia -- Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) berhasil memecahkan dua rekor. Pelemparan 1.359 sege berhasil memecahkan rekor nasional dan rekor internasional (dunia).

Tidak hanya peserta laki-laki dari warga setempat yang dilibatkan. Wisatawan juga ikut berpartisipasi dalam pemecahan dua rekor itu. Ada 1.359 laki-laki membawa batang kayu panjang yang unjungnya runcing. Mereka semua ikut melempar sege dan bersorak gembira.

Sege merupakan salah satu senjata perang yang terbuat dari kayu hutan. Kayunya bisa apa saja yang penting harus memiliki panjang sekitar 2,5 meter dan harus lurus. Diameternya pun tak bisa lebih dari 5 hingga 7 sentimeter.


Biasanya diberi cat warna hitam. Di beberapa suku, ada yang dihias dengan warna putih atau merah. Kadang juga diberi racun untuk membunuh buruan. Namun di FBLB semua tombak dicat hitam. Selain itu, ujungnya tidak begitu runcing dan tidak ada racunnya.

Bukit-bukit di sekitar Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua, tempat FBLB dihelat langsung bergema oleh sorakan ribuan orang dan sekitar 50 ribu wisatawan yang ikut menyaksikan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayawijaya Alpius Wetipo berharap dengan adanya pencatatan rekor tersebut, sege makin dikenal masyarakat Indonesia dan wisatawan asing. Mengenalkan kebudayaan merupakan salah satu misi festival yang dibuka pada Selasa (8/8/2017).

"FBLB tahun depan pasti ada yang baru lagi," janjinya.

Satu hal yang menjadikan aksi pemecahan rekor ini menarik yaitu laki-laki yang harus melempar tombaknya. Pihak perempuan hanya menunggu dari luar area.

"Biasanya memang sege ini digunakan untuk laki-laki. Perempuan biasanya mengurusi dapur," ucap Alpius. 

Tantangannya datang dari jumlah pelempar sege. Dari 14 distrik yang tampil, jumlah laki-lakinya tidak mencapai seribu. Akhirnya, pada detik-detik akhir, panitia memutuskan untuk melibatkan wisatawan.  

Pejabat tinggi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Hari Untoro Drajat, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit, Perwakilan Pemprov Papua, Bupati Jayawijaya John Wempi Wetipo, Wakil Bupati Jayawijaya John Banua dan wakil bupati Raja Ampat, serta Duta Besar Swiss juga ikut ambil bagian dalam pelemparan sege ini.

"Ternyata, hasilnya bisa lebih dari seribu. Pelemparan Sege ini masuk Rekor Indonesia dengan nomor 3344/ORI/Agustus/2017 yang ditandatangani Agung Elvianto dan World Record Holders Republic (RHR) yang bermarkas di London. Catatan rekor itu dianugerahkan kepada Pemerintah Jayawijaya atas prestasi kreator prosesi lempar 1.sege secara serentak," ungkapnya.

Kegiatan FBLB yang berlangsung di Distrik Welesi itu akan berlangsung selama empat hari, sejak 8 -11 Agustus 2017. Pejabat tinggi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Hari Untoro Drajat yang mewakili kementerian pariwisat langsung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Jayawijaya yang telah menyelenggarakan acara ini.  

"Ada nilai–nilai budaya masyarakat yang masih dipertahankan. Hingga saat ini, dalam 28 tahun pelaksanaan, FBLB ini sudah merupakan event besar dan juga sebagai event nasional. Sedangkan dari sisi ekonomi juga bisa mengangkat ekonomi masyarakat sehingga event ini bisa mewujudkan apa yang diharapkan pemerintah pusat," bebernya.

Bupati Jayawijaya Jhon Wempi Wetipo  mengharapkan agar festival budaya Lembah Baliem yang mengangkat tema ‘The Art of war and Dance atau Seni Perang dan Tari’ ini bisa menjadi momen untuk mempertahankan nilai-nilai budaya luhur yang telah diturunkan oleh leluhur.

"Ini festival tahunan, tentunya bisa dilestarikan oleh generasi muda yang ada di tanah ini," kata Jhon.