Kawanan Gajah Bantu Evakuasi Turis dari Banjir Nepal
REUTERS | CNN Indonesia
Selasa, 15 Agu 2017 12:52 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain penduduk setempat, wisatawan juga ikut terkena dampak dari banjir bandang dan longsor yang melanda Nepal sejak Minggu (13/8). Saat ini, wisatawan yang masih terjebak banjir terus berusaha untuk dievakuasi.
Dilansir dari Reuters pada Selasa (15/8), proses evakuasi ratusan wisatawan akan mengandalkan gajah yang ada di Taman Safari Hutan Nepal.
Selain di sana, ratusan wisatawan juga masih terjebak banjir di kawasan Sungai Rapti dan Taman Nasional Chitwan.
[Gambas:Instagram]
Di Taman Nasional Chitwan jumlah wisatawan yang terjebak lebih banyak, karena kawasan itu merupakan pusat atraksi wisata menunggang gajah dan badak.
“Sekitar 300 wisatawan telah diselamatkan oleh gajah dan traktor. Mereka akan dievakuasi ke kawasan Bharatpur atau yang lebih aman dari sini,” kata Ketua Perhimpunan Pemilik Hotel di Sauraha, Suman Ghimire.
[Gambas:Instagram]
Pemerintah Nepal mengatakan kalau banjir bandang dan longsor telah menenggelamkan 26 dari 75 desa, dengan sekitar 60 ribu rumah terendam.
Korban hilang mencapai 50 orang dan korban tewas mencapai 70 orang.
Selain korban jiwa, bencana alam itu juga membuat rugi pemilik sawah yang seharusnya merayakan panen.
(ard)
Dilansir dari Reuters pada Selasa (15/8), proses evakuasi ratusan wisatawan akan mengandalkan gajah yang ada di Taman Safari Hutan Nepal.
Lihat juga:Tips Berwisata Demi Mengobati Patah Hati |
Selain di sana, ratusan wisatawan juga masih terjebak banjir di kawasan Sungai Rapti dan Taman Nasional Chitwan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Taman Nasional Chitwan jumlah wisatawan yang terjebak lebih banyak, karena kawasan itu merupakan pusat atraksi wisata menunggang gajah dan badak.
“Sekitar 300 wisatawan telah diselamatkan oleh gajah dan traktor. Mereka akan dievakuasi ke kawasan Bharatpur atau yang lebih aman dari sini,” kata Ketua Perhimpunan Pemilik Hotel di Sauraha, Suman Ghimire.
[Gambas:Instagram]
Pemerintah Nepal mengatakan kalau banjir bandang dan longsor telah menenggelamkan 26 dari 75 desa, dengan sekitar 60 ribu rumah terendam.
Korban hilang mencapai 50 orang dan korban tewas mencapai 70 orang.
Selain korban jiwa, bencana alam itu juga membuat rugi pemilik sawah yang seharusnya merayakan panen.
(ard)