Sensasi Wine Rasa Bir dari Belgia

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 27/09/2017 08:54 WIB
Sensasi Wine Rasa Bir dari Belgia Pembuat anggur asal Ypres, Belgia, Filip Decroix (49), menciptakan Steenstraetse Hoppewijn, anggur putih yang memiliki sentuhan rasa pahit dari bir. (REUTERS/Michaela Rehle)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembuat anggur asal Ypres, Belgia, Filip Decroix (49), menciptakan Steenstraetse Hoppewijn, anggur putih yang memiliki sentuhan rasa pahit dari bir.

Filip mengungkapkan bahwa ia ingin menciptakan wine yang bisa disukai orang-orang Belgia, di mana bir lebih menjadi pilihan.

Dikutip dari Oddity Central, minuman tersebut terbuat dari kombinasi antara Chardonnay dan hop Belgia. Proses pencampuran kedua bahan membutuhkan biaya banyak dan melalui proses rumit. Filip melakukan berbagai eksperimen dan menemukan bahwa detail seperti suhu dan matangnya hop mempengaruhi rasa wine.


"Menentukan varian hop yang tepat sangat penting. Saya mencoba 13 tipe dan akhirnya memilih dua kombinasi, satu dengan aroma yang tepat di hidung, satunya lagi di mulut," tutur Filip.


April lalu ia telah menyempurnakan resepnya dan berbagai sommeliers, pakar wine, telah mencoba Steenstraetse Hoppewijn.

"Saya kadang merasa seperti Don Quixote dalam dunia wine, tapi kali ini saya punya pemenangnya. Telah banyak ahli yang mencicipi Hoppewijn sejak April dan komentar mereka sangat menjanjikan. Aku sangat percaya pada produk ini," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa terdapat tiga ribu botol Steenstraetse Hoppewijn yang siap dikirim dan sekarang sedang membuat batch kedua sebanyak delapan ribu botol.


Untuk saat ini Filip hanya berencana mendistribusikannya ke restoran dan toko alkohol di Ypres. Namun, ia juga mempertimbangkan untuk bermitra dengan kafe bir yang ingin menawarkan minuman unik kepada pelanggannya.

Ini bukan minuman beralkohol unik pertama yang diciptakan Filip. Beberapa tahun lalu ia membuat anggur putih yang dipadukan dengan ekstrak biji opium. Minuman tersebut sangat populer di Inggris, tapi setelah serangan teroris di Brussels dan kampanye Brexit permintaan mulai menurun. Saat itulah Filip mengetahui untuk mulai kembali menciptakan wine dengan varian rasa unik.