7 Tanda pada Tubuh Saat Konsumsi Gula Berlebih

Rahman Indra , CNN Indonesia | Selasa, 10/10/2017 07:18 WIB
7 Tanda pada Tubuh Saat Konsumsi Gula Berlebih
Jakarta, CNN Indonesia -- Dianggap 'kalori kosong' karena tak ada kandungan nutrisi bermanfaat di dalamnya, membuat gula menjadi bahan berbahaya di makanan. Karena tak bisa dikonsumsi sendiri, gula dicampurkan untuk melengkapi makanan dengan proses yang lama, seperti kue.

Dalam beberapa kasus, tanpa disadari makanan yang dikonsumsi mengandung gula berlebih. Sebut saja di antaranya, satu porsi makanan cepat saji mengandung 12 sendok teh gula. Satu kaleng cola dapat mengandung enam sendok, dan Bran Flakes kering mengandung dua sendok gula.

Konsumsi gula berlebih jelas tidak baik untuk tubuh, dan setiap orang dapat mengenalinya jika jeli terhadap tanda-tanda yang diberikan oleh tubuh. Berikut beberapa di antaranya:


1. Kulit mulai berkerut

Mengonsumsi gula berlebihan dapat merusak protein, kolagen, dan elastin dalam kulit. Seseorang kemudian dapat lebih cepat berkeriput karena gula. Di samping itu, hormon menstruasi pada wanita juga dapat terganggu, serta jerawat di sekitar garis rahang bisa bermunculan.

2. Sering lapar

Gula adalah bahan 'adiktif' sehingga membuat seseorang tak bisa berhenti memakannya. Makanan dengan kandungan gula tinggi terbukti dapat mengaktifkan jalur di otak dengan melepaskan dopamin, seperti halnya obat-obatan yang membuat candu. Untuk mengatasinya bisa dengan mengonsumsi suplemen, supaya tidak melulu merasa lapar. 

3. Rendah energi

Glukosa sangat penting untuk memproduksi energi di seluruh tubuh. Namun, menjaga tingkat gula darah yang seimbang lebih penting. Caranya, dengan tidak mengonsumsi camilan dengan kandungan gula berlebihan.

Mengutip laporan Harpers Bazaar, mengonsumsi gula membantu pankreas melepaskan insulin untuk mengirimkan glukosa ke sel-sel. Hal itu yang kemudian membuat seseorang mengalami aliran energi yang berlebihan. Namun, setelah habis, penurunan energi dapat terjadi dan seseorang membutuhkan lagi gula untuk dikonsumsi.


4. Perut Kembung

Pada beberapa kasus, bakteri jahat dalam tubuh menyukai gula. Kelebihan konsumsi gula diiringi dengan produksi gas berlebih sehingga perut kerap merasa kembung tak beralasan. 

5. Melemahkan sistem kekebalan tubuh

Menjaga keseimbangan bakteri baik adalah hal yang perlu diperhatikan. Hal ini disebabkan, 70 persen sistem kekebalan tubuh seseorang terletak di usus dan perlu didukung oleh bakteri usus yang baik pula. Mengurangi konsumsi gula dapat memperbaiki sistem kekebalan tubuh.

6. Insomnia

Mengonsumsi gula saat larut malam dapat menghasilkan energi yang berlebihan dari hormon serotonin. Dilansir Mammoth, serotonin sebagian besar diproduksi di dalam usus. Namun, saat tidur dibutuhkan hormon melatonin yang lebih banyak. Hormon 'relaksasi' ini dapat diperoleh dari konsumsi susu atau ceri. Maka, lebih dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula bagi orang yang mengalami kesulitan tidur.


7. Bertambah berat badan

Glukosa merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Namun, jika tidak segera digunakan sebagai energi, glukosa dapat menggumpal di bagian-bagian tubuh, seperti hati, otot, atau lemak. Penumpukan tersebut juga dapat menyebabkan ragam penyakit kronis, seperti jantung atau diabetes.