Memecahkan Mitos di Balik 'Hujan-hujanan Bikin Sakit'

Christina Andhika Setyanti , CNN Indonesia | Selasa, 10/10/2017 19:11 WIB
Memecahkan Mitos di Balik 'Hujan-hujanan Bikin Sakit'
Jakarta, CNN Indonesia -- Cuaca yang tak menentu memang memang membuat tubuh jadi mudah sakit. Cuaca panas kemudian hujan.

Perubahan cuaca yang mendadak ini juga membuat orang tak siap membawa payung. Banyak orang yang yakin kalau kehujanan bisa menyebabkan sakit, dari flu, pusing, masuk angin, sampai diare. Tak dimungkiri kalau ada banyak orang yang sakit setelah kehujanan.

"Main hujan bisa membuat orang juga rentan terkena panas dalam," kata Laurentius Aswin Pramono, dokter spesialis penyakit dalam dari RS Carolus Jakarta saat diskusi panas dalam beberapa waktu lalu.

Hanya saja, benarkah hujan bisa menyebabkan penyakit?

Saat kedinginan, tubuh mau tak mau harus mengeluarkan energi secara berlebihan. Saat daya tahan tubuh sedang lemah, tubuh tak bisa mengimbangi perubahan suhu tubuh yang terlalu drastis.

Saat daya tahan tubuh sedang lemah, tubuh tak akan mampu mengimbangi adanya perubahan suhu tubuh yang terlalu drastis. Hal ini membuat daya tahan tubuh semakin menurun dan kesehatan pun terganggu.

Berdasarkan pernyataan yang diterima CNN Indonesia dari Hello Sehat, kehujanan 'tak akan berubah' jadi penyakit jika daya tahan tubuh dalam kondisi yang baik.

Senada dengan itu, Aswin pun juga sepakat dengan hal tersebut.


Hanya saja yang jadi pertanyaan kemudian adalah, mengapa ada alasan orang bisa sakit setelah hujan-hujanan.

Alasan pertama adalah karena berada dalam satu ruangan dengan orang yang sedang sakit. Saat ada orang yang terkena flu maka banyak virus akan menyebar ke udara dan bisa menginfeksi Anda.

Alasan ke-dua adalah karena suhu tubuh yang rendah. Usai terkena hujan, suhu tubuh akan turun. Saat pakaian basah, Anda berpotensi terkena hipotermia karena tubuh kehilangan panas tubuh.