Melukis Wajah Bali di Sehelai Kain Sarung

Rahman Indra, CNN Indonesia | Sabtu, 04/11/2017 16:48 WIB
Melukis Wajah Bali di Sehelai Kain Sarung Desainer asal Perancis, Brescia Bercane, membuat kreasi desain dari lukisan yang menggabungkan kekayaan motif tradisi dan gaya elegansi kaum urban. (Foto: CNN Indonesia/RahmanIndra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berasal dari latar belakang dunia seni yang kuat, agaknya memengaruhi desainer Brescia Bercane dalam berkarya. Hampir semua koleksi busana, scarf, dan kain sarung rancangannya kental dengan nuansa seni, seolah menjadikan kain seperti kanvas.

Berkolaborasi dengan Manon Norel, keduanya lalu membuat label sendiri yang diberi nama Brescia Bercane, diambil dari nama desainernya. Keduanya baru-baru ini memamerkan koleksi rancangan mereka di Alila Hotel, Jakarta, pada Rabu (1/11). Pameran koleksi busana yang juga disertai lukisan itu berlangsung hingga 30 November mendatang.

Bertempat di lobi hotel Alila Jakarta, pengunjung diajak untuk memahami dunia mode tapi juga seni sekaligus. Di bagian pertama, di dinding sebelah kiri dari lobi lounge, karya seni seperti lukisan menempel berderetan. Di antaranya terdapat sosok penari Bali yang identik dengan hiasan kepalanya yang riuh.


Tak jauh dari situ, ada juga lukisan sesosok perempuan dengan monyet yang mengingatkan akan bayangan monyet di Ubud, Bali.


Beranjak ke dinding sebelahnya, ada deretan kain bermotif dengan warna-warna mencolok. Sementara di sebelah kanan, ada dua lukisan besar terpampang. Di sampingnya Brescia Bercane memamerkan lukisan-lukisan berupa frame foto yang menjadi inspirasi karyanya.

Melukis Wajah Bali di Sehelai Kain SarungPameran koleksi desainer asal Perancis, Brescia Bercane, di Hotel Alila Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/RahmanIndra)

Beberapa langkah dari deretan frame ini terdapat instalasi seperti sofa yang di dindingnya terpampang kain bermotif sebagai dekorasi. Semua menjadi satu lewat penggunaan warna yang pas.

Kenapa Bali? Meski berasal dari Perancis, Brescia Bercane, menyebutkan ia mengawali labelnya saat berada di Bali. Pengalaman menetap di Bali juga lah yang menginspirasi keduanya utuk mengeksplorasi banyak budaya tradisional.

Selain Bali, kekhasan budaya tradisional, suku-suku pedalaman, dan motif-motif unik di berbagai tempat lainnya menjadi inspirasi dari setiap kain rancangan.

Selain wajah Bali yang menonjol, ada juga motif-motif unik dari Berber, seni kerajinan tangan tradisional, dan motif lainnya yang terinspirasi dari motif Massai dan Libya. Bercane seperti mengetengahkan keseimbangan tradisi primitif dengan gaya elegansi urban.

Motif dan lukisan itu terpapar di sejumlah busana, kain sarung, pakaian bersantai, hingga kain dekorasi rumah.


"Sehelai kain bermotif ini bisa jadi apa saja, penutup kepala, turban, dan dikreasikan untuk lainnya," ujar Brescia Bercane, di sela-sela pameran.

Merunut rekam jejaknya, desainer muda ini mengawali koleksi perdananya musim panas 2017 dan berlanjut koleksi musim panas 2018 baru-baru ini. Hampir semuanya didominasi motif yang ekostik dan tradisional.

Meski tak tergolong baru, yang menarik dari koleksi ini adalah bagaimana di bahan ringan seperti sutra, ada lukisan yang mencolok dengan kombinasi warna-warna vibrant dan motif etnis. Koleksi ini bisa jadi memenuhi hasrat yang menyukai liburan ke pantai atau dekorasi yang ceria penuh warna. (rah/rah)