Pasar 'Barang Bekas Mantan Pacar' Eksis di Vietnam

AFP , CNN Indonesia | Minggu, 05/11/2017 12:56 WIB
Pasar 'Barang Bekas Mantan Pacar' Eksis di Vietnam Pasar barang bekas mantan pacar kini juga eksis di Vietnam. (AFP PHOTO / HOANG DINH Nam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasar barang bekas memang selalu menarik untuk dikunjungi. Bagi pengunjung yang gemar mengoleksi, di pasar ini banyak barang-barang berusia tua yang memiliki nilai sejarah tak terkira.

Jika sedang berkunjung ke Vietnam, jangan lupa untuk berkunjung ke Old Flames Market. Karena di ‘Pasar Api Cinta yang Telah Padam’ ini, pengunjung bisa membeli barang bekas milik dua pasang anak manusia yang tak lagi mencinta.

Dikutip dari AFP, yang dijual di pasar ini mulai dari surat cinta, parfum, lilin, sampai baju. Semuanya merupakan barang yang sempat menjadi benda berharga saat pemiliknya masih menjalin hubungan asmara membara.

Old Flames Market muncul sebulan sekali di Hanoi. Para pedagangnya akan saling bertemu dan menggelar dagangannya. Pengunjung yang datang bisa melihat-lihat sambil berbincang mengenai sejarah barang yang dijual.

Selain menebalkan dompet, para pedagang mengaku bisa melanjutkan hidupnya dengan menjual barang kenangannya itu.

“Setelah putus hubungan, saya merasa sangat sedih. Tak napsu makan dan minum. Tapi, setelah berusaha menyatukan pikiran, saya bisa melanjutkan hidup. Masa lalu adalah masa lalu,” kata salah satu pedagang, Phuc Thuy (29), yang juga menjual satu pasta gigi bekas yang ditinggalkan mantan pacarnya di rumah.

Old Flames Market eksis sejak Februari dan dipopulerkan oleh para netizen di Vietnam.

Salah satu pencetus pasar, Dinh Thang, mengatakan kalau anak muda di Vietnam menyukai konsep ini, karena mereka bisa mengekspresikan diri demi mengusir kesendirian.

Thang memulai ide ini juga setelah dirinya melalui fase putus cinta yang suram.

Di pasar, ia menjual berbagai macam kreasi seni yang dibuat oleh mantan pacarnya, mulai dari surat cinta sampai kartu ucapan ulang tahun yang berkalimat manis.

Suasana jual beli di Old Flames Market. (AFP PHOTO / HOANG DINH Nam)

Bagi yang ingin sekedar menujukkan kekesalannya terhadap mantan pacar, Thang memajang papan yang bisa ditulisi kalimat menolak kegalauan, seperti “UNTUK MANTAN PACAR SAYA: SAAT INI SAYA BAIK-BAIK SAJA!”

Tahun depan, Thang berencana untuk mengadakan pasar serupa di Ho Chi Minh.

Tak hanya barang bekas, Thang juga membuka pintu bagi para pedagang yang ingin menjual barang berumur baru. 

Ia berharap, Old Flames Market bisa menguak tabunya perihal putus cinta di Vietnam, negara komunis konservatif berpenduduk 93 juta jiwa yang masih memiliki tradisi perjodohan.

Salah satu barang yang dijual di Old Flames Market. (AFP PHOTO / HOANG DINH Nam)

Saat ini, lebih dari 50 persen penduduk Vietnam berusia di bawah 30 tahun. Para anak muda di sana memiliki pandangan yang lebih terbuka.

Untuk urusan percintaan, mereka juga gemar melakukan kencan via dunia maya, yang merupakan tradisi Barat.

Lebih menyenangkan memang, namun modernisasi percintaan juga membuat angka perceraian meningkat.

“Anak muda Vietnam mencari cinta lalu putus cinta melalui internet,” kata Bui Manh Tien (25), salah satu juru bicara Program Anak Muda Vietnam dari Badan Kependudukan PBB.

“Kami tidak ingi mengorbankan kebebasan kami dalam usia yang terlalu muda, lalu dipusingkan oleh uruan rumah tangga dan lainnya. Kami ingin lebih menikmati hidup,” lanjutnya.

(ard)