Yang Menolak Bungkam Raih 'Person of the Year' Majalah Time

Rahman Indra, CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 05:22 WIB
Yang Menolak Bungkam Raih 'Person of the Year' Majalah Time Perempuan-perempuan yang berani bersuara mengungkap kekerasan dan pelecehan seksual menjadi Person of the Year majalah Time tahun ini. (Foto: Theo Wargo/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Melanjutkan tradisi yang sudah berjalan sejak 1927, majalah Time tahun ini kembali memilih tokoh berpengaruh di dunia atau Person of the Year.

Dari 10 finalis yang dirilis beberapa waktu sebelumnya, sekelompok perempuan (dan juga pria) dalam gerakan peduli #MeToo terpilih sebagai Person of the Year. Lima perempuan sebagai wakil dari grup yang dijuluki 'The Silence Breaker' itu menghiasi sampul majalah Time edisi terbaru.

Mereka yakni aktris Ashley Judd, penyanyi Taylor Swift, mantan ahli software Uber Susan Fowler, lobyyist California Adama Iwu, dan pemetik strawberry Isabel Pascual. Semuanya membuka pengalaman pelecehaan seksual yang pernah mereka alami, terutama di tempat kerja.



Penghargaan ini diputuskan oleh editor majalah Time untuk individu atau grup yang paling berpengaruh dalam pemberitaan tahun ini, baik dalam hal positif ataupun negatif.

Terpilihnya orang-orang yang pemberani atau 'The Silence Breaker', disampaikan Edward Felsenthal, pemimpin redaksi Time karena perubahan sosial yang diusungnya bergerak paling cepat dalam dekade ini.

Seperti dilansir dari The Independent, aksi berani bersuara, menolak bungkam ini dimulai dari satu orang lalu menjalar ke seratusan perempuan, serta pria juga yang kemudian mengungkap cerita versi mereka.

[Gambas:Instagram]

Pemberian award pada para penolak bungkam ini memberi catatan khusus pada kasus kekerasan, dan pemerkosaan yang dilakukan Harvey Weinstein beberapa waktu lalu. Diperkirakan ada lebih dari 50 perempuan yang membuka diri ke publik akan pengalaman pelecehan yang mereka terima dari Weinstein selama rentang waktu empat dekade. Tahun ini mereka membuka suara.

Sejak kasus itu merebak di Oktober lalu, diikuti kemudian berbagai tudingan lainnya terhadap orang yang selama ini dianggap sangat berkuasa. Di media sosial, jutaan orang lalu menggunakan tagar #MeToo dalam membagi cerita dan menolak bungkam atas kasus pelecehan seksual.

Tagar itu sendiri dilaporkan dimunculkan Tarana Burke satu dekade lalu untuk mendukung para penyintas atau korban pelecehan seksual. Tagar itu kembali muncul dan ramai digunakan seiring tudingan terhadap Weinsten.

"Ini hanya awalan dan seperti yang saya bilang sebelumnya, ini bukan saja saatnya, tapi juga sebuah gerakan," ujar Burke pada Today show.

[Gambas:Instagram]

Unggulan lainnya

Selain para perempuan yang berani bersuara dan menolak bungkam itu, majalah Time beberapa waktu sebelumnya mengumumkan 10 unggulan Person of the Year. Adapun sembilan di antaranya yakni:

Jeff Bezos

CEO Amazone ini menjadi pria terkaya di dunia tahun ini, dan terus melanjutkan ekspansinya ke seluruh dunia.

The Dreamers

Dreamer adalah grup imigran yang tinggal di AS sejak kecil tapi menghadapi masa depan yang tak pasti karena pemerintahan Trump yang berencana mengakhiri program Obama, Deferred Action for Childhood Arrivals.

Patty Jenkins

Sutradara film Wonder Woman ini mencetak rekor penjualan besar tahun ini. Ia menjadi perempuan pertama yang meraup untung hingga US$100 juta di pekan pertama penayangan filmnya. Ia juga didapuk menyutradarai sekuel dari film tersebut.

Kim Jong Un

Pimpinan Korea Utara ini telah menjadi ancaman bagi warga Amerika. Ia meluncurkan uji rudal milistik dan saling menghina dengan president Trump yang menyebutnya 'Rocket Man'.

Colin Kaepernick

Atlet NFL Amerika Serikat ini melawan diskriminasi rasial. Ia menjadi pemicu aksi berlutut yang kemudian dilakukan oleh banyak orang dari berbagai latar belakang sebagai bentuk protes terhadap Trump yang melakukan pemecatan terhadap atlet NFL yang tak berdiri menghormat bendera AS.

Robert Mueller

Dintunjuk sebagai konsultan khusus oleh Direktur FBI James Comey, Mueller berhasil menuntut empat orang yang diduga terlibat dalam kasus kampanye Trump, dan upaya Rusia untuk memengaruhi pemilihan presiden 2016 lalu.

Pangeran Saudi, Mohammed bin Salman 

Pangeran berusia 32 tahun, putra dari Raja Salman ini beberapa waktu lalu memimpin sweeping terhadap para pengusaha dan anggota kerajaan yang diduga terlibat korupsi.

Donald Trump

Presiden AS, yang tahun lalu adalah Person of the Year Time, menghabiskan tahun pertamanya dengan berbagai keputusan yang menjadi sorotan publik dari mulai persoalan kebijakan imigran hingga kesehatan. Ia juga terus memetik kontroversi dengan postingan di Twitternya yang lugas.

Xi Jinping

Presiden China yang kembali menjabat untuk kali kedua, dan dinobatkan sebagai salah satu pemimpim paling berpengaruh dalam satu dekade tekrahir. (rah/rah)