Mega Travel Card

10 Objek Wisata 'Rahasia' di New York

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Minggu, 17/12/2017 15:07 WIB
10 Objek Wisata 'Rahasia' di New York Pemandangan jalanan di New York yang selalu sibuk. (Thinkstock/Batuhanozdel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sudah banyak buku dan film yang menggambarkan betapa menariknya New York. Jika punya kesempatan ke sana, jangan hanya datang ke objek wisatanya yang populer, karena kota ini memiliki banyak "objek wisata rahasia" yang bahkan tidak banyak diketahui oleh penduduk lokalnya.

1. Greenwich Village

Manhattan ialah kawasan yang selalu sibuk, begitu juga dengan area Greenwich Village.


Di area ini, ada pemukiman yang selalu dijadikan latar belakang berfoto oleh turis. Pemukiman ini memang tak dibuka untuk publik, karena dikelola oleh New York University. Namun, turis masih bisa berkeliling di dalamnya yang dihiasi nuansa bata merah.

[Gambas:Instagram]

2. Toynbee Tiles

Saat berkeliling di jalanan New York, jangan lupa untuk menatap ke bawah, karena ada ubin unik yang disusun acak oleh seseorang.

Disebut Toynbee Tiles, ubin-ubin itu telah ada di aspal jalanan New York sejak tahun 1980-an. Sebagian besar ubin tersebut bertuliskan pesan politis, namun tidak ada yang tahu siapa yang menyusunnya.

[Gambas:Instagram]

3. Stasiun kereta bawah tanah tua

Ada stasiun kereta bawah tanah tertua di Manhattan, yang bernama City Hall.

Stasiun ini berhenti beroperasi pada tahun 1904, namun bisa dikunjungi melalui jalur belakang Museum Transit.

[Gambas:Instagram]

4. Taman atap Rockefeller Center

Ribuan orang datang mengunjungi Gedung Rockefeller Center setiap harinya, tapi tak semua orang bisa masuk ke taman atapnya.

Bergaya art deco, taman ini hanya bisa dikunjungi oleh tamu dari acara yang diselenggarakan di sana.

[Gambas:Instagram]

5. Lorong Doyers

Dalam film aksi yang berlokasi di New York, pasti ada adegan kejar-kejaran di lorong Doyers yang berlokasi di Chinatown.

Lorong itu bukan buatan di studio, tapi benar berlokasi di area Doyers.

[Gambas:Instagram]

6. Sudut hijau Central Park

Central Park memiliki sudut rahasia yang lebih hijau dari sudut lainnya. Bernama Hallett Nature Sanctuary, sudut ini dipenuhi pepohonan rindang di sepanjang jalannya.

Seluas 4 are, saat ini sudut itu menjadi persinggahan burung-burung di New York.

[Gambas:Instagram]

7. Rumah ventilasi stasiun Brooklyn

Saat berjalan di 58 Joralemon Street, pasti akan menemukan rumah berwarna merah besar yang tak pernah berpenghuni. Rumah tersebut bukan kediaman seseorang, melainkan ventilasi dari jalur kereta bawah tanah di area Brooklyn.

Tidak ada ruangan di dalamnya, melainkan hanya ada tangga darurat yang bisa digunakan penumpang kereta jika sekiranya terjebak.

[Gambas:Instagram]

8. Ruang bumi New York

Di 141 Wooster Street ada Earth Room yang dikelola oleh Dia Art Foundation. Ruangan ini tak memajang benda seni, melainkan hanya memberikan pemandangan tanah di lantainya.

Diciptakan oleh seniman Walter De Maria pada tahun 1977, ruangan ini memiliki konsep tanah sebagai unsur kehidupan manusia di bumi. Tanah yang disebar tidak pernah diganti sejak pertama kali disebar. Banyak pengunjung yang melakukan meditasi di sini.

[Gambas:Instagram]

9. Gudang Perpustakaan New York

Gedung Perpustakaan New York memang berukuran besar dan megah, tapi nyatanya ruangan itu tak pernah cukup untuk menyimpan seluruh arsip dan buku yang dikoleksi.

Di gudangnya, tersimpan ratusan arsip dan buku kuno yang hanya ditampilkan saat pameran tahunan, seperti milik Shakespeare, Walt Whitman, sampai Jack Kerouac.

Berada di kedalaman 30 meter di bawah jalanan Bryant Park, atap gudang ini sudah pasti dijejaki oleh masyarakat dan turis di New York setiap harinya.

[Gambas:Instagram]

10. Jalur 61 Grand Central

Stasisun kereta bawah tanah Grand Central juga menyimpan rahasia, yakni di Jalur 61.

Jika ada situasi genting, pejabat pemerintah atau penumpang VIP yang sedang berada di hotel mewah Waldorf Astoria bisa menyelamatkan diri ke Jalur 61 melalui pintu rahasia yang terhubung dengan lift.

Lift-nya cukup besar, bahkan bisa memuat mobil di dalamnya.

[Gambas:Instagram]

Melakukan pembayaran saat berwisata bisa jadi memberatkan karena banyak bank yang hanya memberikan biaya besar tanpa balik memberikan keuntungan.

Bank Mega menawarkan produk kartu kredit baru, yakni Mega Travel Card.

Kartu kredit ini diklaim memberi nilai tukar yang menguntungkan. Bahkan, jika ada bank yang memberikan nilai tukar lebih murah, Bank Mega bersedia mengganti selisihnya.

Selain itu, semakin sering bertransaksi dengan Mega Travel Card maka mileage point yang dimiliki akan semakin banyak.

Setiap transaksi Rp7.500 akan mendapatkan 1 mileage point. Transaksi di luar negeri mendapatkan 1 point, sementara transaksi di dalam negeri mendapatkan 2 point.

Mileage Point yang didapat juga bisa ditukarkan dengan vpucher hotel, tiket pesawat, paket tour, paket cruise, sampai paket umroh.

Informasi mengenai Mega Travel Card, bisa diketahui lebih lanjut melalui situs resmi www.bankmega.com, atau melalui MEGACALL di 60010 (HP) dan 1500010 (PTSN).

(ard)