Ulasan Fashion

'Equilibrium', Ledakan Imajinasi Rinaldy A Yunardi

Rahman Indra, CNN Indonesia | Jumat, 15/12/2017 19:58 WIB
'Equilibrium', Ledakan Imajinasi Rinaldy A Yunardi Di peragaan tunggal ketiganya 'Equilibrium', Rinaldy hadir menegaskan garis rancangannya, seolah merangkum perjalanan karier dua dekade. (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam setahun terakhir, nama Rinaldy A. Yunardi atau labelnya Rinaldy Yunardi menanjak populer berkat headpiece atau aksesori yang dikenakan oleh sejumlah selebritas. Sebut saja, di antaranya Syahrini dan Rossa dari dalam negeri, atau Katy Perry, Nicki Minaj dan Taylor Swift dari luar negeri.

Selain hiasan kepala, topeng atau sarung tangan, nama Rinaldy pun melekat lewat desain futuristik atau hiasan kepala yang seolah datang dari dunia lain, alien, dan bentuk yang unik. Ini tergambar saat shownya di Jakarta Fashion Week atau untuk perayaan hari jadi pusat perbelanjaan di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ingatan akan berbagai karyanya itu membayang begitu Rinaldy mengumumkan akan menggelar peragaan tunggalnya yang ketiga, setelah sebelumnya yang pertama di 2000, dan kedua 2002 lalu. Setelah 15 tahun, ia kembali ingin menunjukkan kiprahnya sebagai desainer aksesori yang punya dunia imaji luas untuk disampaikan.



Dan lahirlah 'Equilibrium'. Tak banyak bocoran yang dikeluarkan Rinaldy lewat media sosialnya. Ia hanya memberi kata kunci judul peragaan, dan bagaimana gagasan keseimbangan itu hadir dalam peragaan kali ini.

Ketika hadir dalam peragaan yang berlangsung di Ballroom, Hotel Ritz Carlton, PAcific Place, Jakarta pada Rabu (13/12), desainer yang sudah berkiprah sejak dua dekade lalu itu seolah kembali menegaskan garis rancangan desainnya.

Secara keseluruhan, 'Equilibirium' menghadirkan sosok 'Rinaldy A Yunardi' yang selama ini menempel di kepala dengan rancangan yang unik, nyeleneh, dan futuristik serta penggunaan bahan yang tak biasa, seperti tali rafia hingga hpl taco.

Lima elemen

Peragaan Equilibrium dibagi Rinaldy dalam lima elemen alam; logam, api, air, angin, dan tanah.

Sebagai adegan pembuka, seorang model pria tampil dengan celana dalam berwarna emas dan sayap yang juga keemasan. Tak lama kemudian, baru diikuti parade model perempuan yang mengenakan mini dress berwarna keemasan sebagai penanda elemen logam.

'Equilibrium', Ledakan Imajinasi Rinaldy A YunardiPeragaan 'Equilibrium', rancangan Rinaldy A Yunardi. (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra)

Potongan busana itu menampilkan lekuk sensual, tanpa lengan dan rok mini hingga paha. Di setiap model, ia juga menyertakan 'headpiece' yang didesain sedemikian rupa, ada yang menutupi bagian mulut lalu meruncing ke atas, atau menutup kedua belah telinga.

Parade berikutnya latar berganti memerah dan kobaran api menyala sebagai penanda elemen api. Sejumlah model muncul dengan mini dress yang dibuat dari bahan kawat yang sengaja dibentuk di beberapa bagiannya bergelombang serupa api.

'Equilibrium', Ledakan Imajinasi Rinaldy A YunardiElemen api dalam peragaan busana Rinaldy A Yunardi. (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra)

Seperti halnya di logam, di setiap busana, para model mengenakan headpiece yang juga beraneka bentuk, dengan warna senada, merah menyala. Yang menarik dari bagian ini adalah perpaduan merah busana dengan merah latar seperti 'membakar' panggung.

Suasana itu lalu berubah 'adem' ketika masuk elemen ketiga, air. Bunyi gemerisik air dan latar biru memenuhi panggung. Model muncul dengan busana serba hitam, yang dibuat dari hpl taco yang dipotong, dilipat dan dibentuk sedemikian rupa sebagi busana.

'Equilibrium', Ledakan Imajinasi Rinaldy A YunardiPeragaan busana Rinaldy A Yunardi di 'Equilibrium'. (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra)

Desain futuristik dan mirip pakaian astronaut atau ksatria mendominasi. Potongan tegas bahan taco dikuti dengan hiasan kepala yang tak riuh tapi menyeimbangkan.

Di elemen keempat, angin yang ditandai dengan latar dipenuhi asap, para model membawakan kain-kain halus yang mudah diterbangkan angin. Berlagak seperti potongan baju ala dewi Yunani atau mungkin terinspirasi Princess Leia di Star Wars, deretan busana ini memuat bahan stainless teel yang berkilauan.

'Equilibrium', Ledakan Imajinasi Rinaldy A YunardiPeragaan busana 'Equilibrium', elemen keempat karya Rinaldy A Yunardi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)

Yang menarik dari elemen keempat ini adalah hiasan kepala yang riuh dan berukuran besar. Ada yang serupa bulatan matahari, runcing memanjang ke atas dan atau ke samping yang mencolok.

Tanah, sebagai elemen terakhir hadir dalam balutan mini dress yang dibuat dari tali rafia. Ada yang sengaja menjuntai-juntai sebagai penanda, bahwa busana ini bukan kain seperti biasanya tapi tali rafia.

Setiap potongan busana di elemen tanah diikuti dengan aksesori berukuran besar baik itu disandang di bahu, atau menutupi bagian kepala. Rinaldy menyediakan satu penutup dengan desain sayap yang akan mengingatkan pada show para angels di Victoria's Secret.

'Equilibrium', Ledakan Imajinasi Rinaldy A YunardiBusana dan hiasan kepala dari tali rafia karya Rinaldy A Yunardi. (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra)

Lima elemen itu ditutup dengan satu gong busana berupa potongan kebaya dengan belahan tinggi serta jubah yang ditempeli lampu. Berkilauan dan terang menjadi penanda busana ini. Bagian depannya tampak berkilau, sementara, ketika berbalik menuju belakang panggung, lampu yang menempel di jubah lalu terang kelap kelip. Diurut dari awal, busana ini sedikit janggal dan keluar dari parade busana Rinaldy.

Ke-47 potongan busana dan headpiece Rinaldy kembali muncul menutup peragaan. Setelah terlebih dahulu enam diva Indonesia tampil menghibur penonton, seperti Rossa, Andien, Krisdayanti, Titi DJ, Syahrini dan Melly Goeslaw.


Ledakan imajinasi

Melihat rentetan busana yang merentang dari aneka bentuk yang tak biasa, serta dibuat dari bahan-bahan (bukan kain) yang juga tak seperti peragaan busana pada umumnya, karya Rinaldy ini tak pelak membuat decak kagum.

'Equilibrium', Ledakan Imajinasi Rinaldy A YunardiBusana penutup dari peragaan 'Equilibrium' Rinaldy A Yunardi. (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra)

Ada ledakan imajinasi yang seolah ingin melampaui batas. Rinaldy seolah menggali apa yang belum pernah ia bikin dari apa yang sudah ia rancang sebelumnya. Diurai satu-persatu dan dikembangkan dalam bentuk yang lain. Setiap bahan diolah sedemikian rupa, dipotong dan dibentuk lagi.

Hanya saja, satu-dua dari rancangannya mungkin pernah dilihat sebelumnya, entah itu di televisi atau runway pekan mode. Rinaldy membuat modifikasi sedemikian rupa di beberapa bagian. Karya-karyanya ini kemudian seolah menjadi 'penegasan' akan garis rancangannya.

Tak bisa dibayangkan, bagaimana jika seandainya Rinaldy suatu saat bisa terlempar ke satu daerah atau pedalaman, dalam beberapa waktu lalu menyerap khas setempat. Bisa jadi ledakan imajinasi ini lebih besar, dan lebih luas lagi. Siapa tahu? Rinaldy perlu sedikit keluar dari zona nyamannya. (rah/rah)