Pertolongan Pertama pada Korban Keracunan Karbon Monoksida

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 19/12/2017 14:05 WIB
Pertolongan Pertama pada Korban Keracunan Karbon Monoksida ilustrasi (Thinkstock/Keith Brofsky)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karbon monoksida memiliki karakter tak berbau, tak berwarna, namun sangat berbahaya.

Dengan karakteristik demikian, seseorang bisa saja mengalami keracunan karbon monoksida tanpa disadari. Ada beberapa kondisi yang bisa terlihat saat seseorang mengalami keracunan karbon monoksida atau CO.

Saat seseorang keracunan karbon monoksida, mereka akan merasa pusing, mual, muntah, linglung, dan lemas. Dalam kondisi yang lebih parah, mereka akan tak sadarkan diri, kerusakan otak, dan berujung pada kematian.



Apa yang harus dilakukan ketika menemukan orang yang mengalami keracunan karbon monoksida?

Mengutip berbagai sumber, berikut pertolongan pertama pada korban keracunan karbon monoksida atau CO:

1. Pindahkan korban dari area ruangan yang penuh karbon monoksida atau buka jendela di area yang tertutup agar oksigen bisa masuk.
2. Pindahkan korban ke area yang memiliki banyak oksigen.
3. Jika korban tak sadarkan diri, maka periksa terlebih dahulu kondisi fisiknya apakah ada luka atau tidak. Salah penanganan awal akan berakibat fatal.
4. Hubungi layanan kesehatan darurat
5. Cek pernapasan dan juga detak jantungnya sampai petugas kesehatan datang.
6. Jika korban tak sadarkan diri namun masih bernapas, maka posisikan mereka dalam recovery position (pertolongan pertama posisi pemulihan) untuk menjaga jalan napas korban yang tak sadar agar tetap terbuka. Posisi pemulihan adalah posisi dengan satu lengan diluruskan dan tangan lainnya di area pipi dekat tangan lurs
7. Jika korban tak sadar dan tak bernapas lakukan CPR (harus dengan pelatihan khusus).

Recovery position Recovery position (Foto: Thinkstock/Highwaystarz-Photography)

---

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Into The Light (pendampingan.itl@gmail.com) untuk penduduk Jabodetabek atau Inti Mata Jiwa untuk penduduk Yogyakarta dan sekitarnya (intimatajiwa@gmail.com). (chs/chs)