Eje Kim, Ahli Geografi Korsel yang Kepincut Durian Indonesia

Rahman Indra, CNN Indonesia | Sabtu, 23/12/2017 12:31 WIB
Eje Kim, Ahli Geografi Korsel yang Kepincut Durian Indonesia Jatuh cinta dengan durian, geografer asal Korea Selatan melakukan perjalanan mencicipi durian di Asia Tenggara dan mendapati yang terenak di Sumatera Barat. (CNN Indonesia/Rahman Indra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bicara tentang durian akan membuat mata Eje Kim berbinar-binar dan antusias. Ahli Geografi asal Korea Selatan itu telah lama jatuh cinta dengan durian dan mencicipi durian di hampir setiap negara di Asia Tenggara yang ia singgahi.

Baru-baru ini, bukunya tentang kecintaan pada durian itu diterbitkan dalam bahasa Indonesia berjudul 'Happy Yummy Journey'.

Di dalamnya, Kim menguraikan kisahnya berhubungan dengan durian dari mulai pertemuan pertamanya di Singapura hingga kemudian menjelejahi durian di Malaysia, Thailand, Filipina dan kemudian Indonesia. Di setiap negara yang ia kunjungi, Kim menemukan banyak kejutan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.


"Durian punya rasa yang khas. Butuh keberanian mencobanya, dan dari temuan saya, di mana ada durian, di situ ada makanan enak," ungkapnya lugas saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.


Kim menuturkan, perkenalannya dengan durian pertama kali terjadi sewaktu ia berada di perhentian bis tak jauh dari National University of Singapore.

"Saya taste dan sangat enak. Saya jatuh cinta dengan durian sejak saat itu," ujarnya.

Pengalaman itu, kata ibu satu putra ini terjadi 15 tahun lalu. Durian menurutnya enak dan membuat ia bahagia. Ada kandungan durian yang menurutnya membuat orang berbahagia, dan bahkan kemudian ingin bercinta.

"Bahkan, ada frasanya, begitu durian jatuh dari pohon, sarung pun turut tanggal," ujarnya tertawa.

Jika sebagian besar orang asing tak begitu suka dengan aroma durian yang menyengat, tak demikian dengan Kim. Kata dia, jika ingin menjadi peneliti yang baik, maka mesti suka bau durian. Menurutnya, ada dua jenis orang asing yakni yang suka dan benci dengan bau durian. Yang suka baunya, kata dia, akan dapat mencapai banyak hal di Asia Tenggara

Sebagai contoh, Alfred Russel Wallace, peneliti Inggris dan suka durian. Kim lalu meyakini, jika ingin membuat sesuatu yang bernilai dan menemukan sesuatu yang baru di Asia Tenggara harus jadi durian lovers. Dengan demikian, akan mengerti lebih dalam kehidupan masyarakat dan big plus bagi orang asing yang ingin melakukan sesuatu di Asia Tenggara.

Sejak pengalaman pertama dengan durian di Singapura, Eje Kim lalu melakukan perjalanan.

"Saya mencoba durian dan durian menjadi passion. Dimanapun dan kemanapun saya pergi, saya mencari durian," tuturnya.

Dari observasi Kim, di mana terdapat banyak durian, di sana terdapat makanan enak.


"Saya bisa katakan korelasi antara durian dan yummy food. Karena durian sangat sensitif, durian tumbuh hanya di tanah yang sangat bagus kondisinya. Setiap sayuran dan setiap binatang tumbuh bagus di lingkungan tumbuhnya durian. Sebuah tanda akan ekosistem yang juga bagus," ujarnya.

Selain itu, orang-orang di sekitar durian, biasanya hidup bahagia. Sifat durian yang anti-depresi membuat orang-orang yang mengonsumsinya juga turut bahagia dan kemudian mereka bisa bikin makanan enak. Bahkan, kata Kim, makanan jadi lebih enak dibanding tempat lain yang tak ada duriannya.

"Saya temukan korelasi antara yummy food and durian environment. Itu penelitian saya sebagai seorang geografer," ujarnya.

"Jika baca buku saya, akan menemukan hotspot makanan enak yang memiliki keterkaitan dengan durian," ujarnya.

Misalnya di Penang. Ada durian terkenal dan di sana terdapat mi enak versi CNN. Disebutkan, Penang Asam Laksa merupakan salah satu mi terenak di dunia, dan di Penang, ada durian.

Lalu, di Thailand, tepatnya di Chantaburi, punya mi enak juga, dan di sana ada durian. "Yummy noodle dan budaya yang bagus, dan multikultur," tuturnya.

Di Filipina, ada Davao, kota utama di bagian selatan pulau Mindanao sekaligus kota terbesar di negara tersebut. Di sana, durian bisa ditemukan di mana-mana, dari mulai simbol kota Davao, tema festival, Miss Durian, Putra Durian, hingga Dewi durian serta patung durian di taman.

Sementara, di Indonesia, Sumatera Barat, ada masakan padang yang enak serta rendang yang juga menempati urutan teratas makanan enak versi CNN.

Eje KimEje Kim (Foto: CNN Indonesia/Rahman Indra)


"Hal menarik di Sumbar, orang dapat menemukan durian sepanjang tahun, sementara di negara lain hanya di musim tertentu," ujarnya.

Perjalanan bertemu durian di Sumbar, menurut Kim merupakan sebuah insiden.

Ia tidak tahu di sana awalnya. Sebagai geograefer mengetahui Sumbar sebagai masyakarat matrilineal, dan kemudian menemukan banyak olahan durian. "Sebuah ketidaksengajaan yang membuat saya bertemu lebih banyak durian," ujarnya.

Tak jauh dari Padang, kata Kim, ada Pekanbaru yang juga surga durian. Menurutnya, banyak orang Minang yang merantau ke Pekanbaru.

Eje Kim lalu menyarankan jika ingin menikmati durian, jangan impor, tapi pergilah ke negara atau tempat asalnya.

Tak hanya melalui buku, Kim pun menuturkan sudah cerita banyak tentang durian lewat video dokumenter, untuk tayangan televisi nasional di Korea. Di antaranya berlokasi di Langkahan, dan Danau Toba, lalu Minangkabau.

"Video itu big hit di Korea, orang jadi tahu tentang durian, budaya Minangkabau, rendang. Saya pionir dalam mengenalkan Minangkabau dan durian ke orang Korea," ujarnya.

Menurut Kim, orang Korea sebelumnya tak tahu tentang Indonesia. Bahkan ada yang menganggap Bali berada di Hawaii yang bukan bagian Indonesia. 

Kim menuturkan ia menulis buku perjalanannya tentang durian dan Asia Tenggara dalam bahasa Korea sekitar lima tahun lalu. Buku berjudul dalam bahasa Inggris 'Fungky's South East Asia' itu yang kemudian diterbitkan Gramedia Pustaka Utama dalam bahasa Indonesia.

Buku perjalanannya itu, kata dia, bisa dibilang rangkuman dari perjalanan kurang lebih satu dekadenya yang ia lakukan di sela-sela pekerjaannya sebagai pengajar di salah satu kampus di Korea Selatan.

Selain menulis buku dan membuat video dokumenter, ia pun membuat situs bertajuk 'duriankingdom.com'.

"Isinya cerita tentang pengalaman memakan durian dari semua orang," ujarnya.

Terlepas dari cerita tentang durian, Kim menilai bukunya 'Happy Yummy Journey' bisa jadi opsi lain dari perjalanan serupa 'Eat, Pray, Love'. Bisa jadi, kata dia, orang akan menemukan kebahagiaan yang ia rasakan lewat peta perjalanan menemukan durian di Asia Tenggara. (rah/chs)