Imunisasi Tak Optimal, Campak dan Gizi Buruk Mewabah di Asmat

Eka Santhika , CNN Indonesia | Minggu, 14/01/2018 16:10 WIB
Imunisasi Tak Optimal, Campak dan Gizi Buruk Mewabah di Asmat Campak dan gizi buruk kembali melanda anak-anak suku Asmat, Papua. Dalam empat bulan terakhir, ada 24 anak yang meninggal dunia. (Ilustrasi/Imunisasi)Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Jakarta, CNN Indonesia -- Campak dan gizi buruk kembali melanda anak-anak suku Asmat di Papua. Dalam empat bulan terakhir, ada 24 anak yang meninggal dunia.

Oscar Primadi, Kepala Humas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, imunisasi tak optimal di Asmat. Untuk itu ia mengimbau agar tiap warga melaksanakan imunisasi dengan lengkap dan benar. 

"Imunisasi harus dilakukan dengan teratur dan lengkap," tuturnya saat dihubungi pada Minggu (14/1). Di samping itu, ia juga berharap daerah punya semangat menggerakkan masyarakat untuk mengaktifkan kembali Posyandu.


Laporan sejumlah media juga menyebut jumlah korban tewas akibat campak dan gizi buruk masih mungkin bertambah. Sebab, beberapa penderita campak masih dirawat di Rumah Sakit Agats, ibu kota Kabupaten Asmat.

Penderita campak yang dirawat di RS Agats tercatat berjumlah 22 pasien. Sebanyak 16 pasien tengah menjalani rawat jalan, sementara 6 orang lainnya masih dirawat. Hal itu menurutnya berdasarkan data Kemenkes per 13 Januari 2018.

Respons Kemenkes

Mewabahnya campak dan kasus gizi buruk yang menimpa suku Asmat mendapat perhatian banyak pihak. Salah satunya, seperti dilansir Antara, anggota Komisi IX DPR RI Frans Agung MP Natamenggala yang mendesak pemerintah agar segera melakukan penanganan gizi buruk anak-anak di Asmat.


Menanggapi kasus ini, Oscar menyebutkan bahwa Kemenkes telah melakukan imunisasi massal dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mengatasi gizi buruk dan campak yang melanda suku Asmat di Papua.

"Teman-teman Papua dari kabupaten dan provinsi sudah bergerak, mem-backup dari sisi logistik...kami sudah melakukan imunisasi massal di Agats dan memberikan 2-3 ton PMT," jelas Oscar.

Distribusi makanan tambahan tersebut menurut Oscar akan dipusatkan di Kabupaten Asmat di wilayah yang terkena gizi buruk.

"Untuk distribusi, dinkes (dinas kesehatan) setempat sudah punya mapping (pemetaan)," terang Oscar lagi.


Oscar mengungkapkan kasus gizi buruk dan campak yang melanda suku Asmat ini sudah terpantau sejak pekan lalu (8/1).

Menurutnya, dalam sepekan terakhir satu anak meninggal, dan dua masih dalam perawatan akibat gizi buruk suku Asmat di Papua. Total terdapat 8 anak yang terkena kasus gizi buruk yang dirawat di rumah sakit Agats, Papua. (eks)