Sayembara Pulihkan Great Barrier Reef Berhadiah Rp21,3 Miliar

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Kamis, 18/01/2018 20:10 WIB
Pemerintah Australia menggelar sayembara untuk mencari ide penyelamatan terumbu karang yang rusak. Hadiahnya sekitar Rp21,3 miliar. Kawasan perairan Great Barrier Reef di Australia. (ltos/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemanasan global membuat kondisi terumbu karang Great Barrier Reef di Australia semakin parah. Terumbu karang berwarna-warni itu berubah warna menjadi putih karena suhu air laut yang menghangat.

Sebagai salah satu usaha penyelamatan, pemerintah Australia menggelar sayembara untuk mencari ide penyelamatan terumbu karang yang terbaik.

Tak tanggung-tanggung, ide penyelamatan yang terpilih dan berhasil bakal mendapat hadiah sebesar AUS$2 juta (sekitar Rp21,3 miliar).


Setelah proposal ide diajukan dan diterima, pemerintah Australia akan memberikan modal sebesar ASU$250 ribu (sekitar Rp2,6 miliar) untuk menerapkan ide penyalamatan selama 12 bulan.

Jika penerapan berhasil, maka dana sisa akan diberikan.

Sejak diberitakan rusak pada pertengahan tahun lalu, saat ini kondisi Great Barrier Reef semakin memprihatinkan.

Selain warna terumbu karangnya memudar, semakin jarang terlihat juga kawanan ikan yang biasanya mencari makan di sekitarnya.

Menteri Lingkungan Hidup Australia, Josh Frydenberg, mengatakan kalau “sayembara” yang ditawarkan ditujukkan untuk perorangan, peneliti, kelompok, dan perusahaan.

“Masalah ini sangat besar, sehingga butuh pemikiran besar untuk mengatasinya. Yang penting untuk diingat, pasti ada solusi atas masalah ini,” kata Frydenberg, seperti yang dikutip dari Lonely Planet.

Sebelum “sayembara”, beberapa usaha penyelamatan Great Barrier Reef juga telah dilakukan.

Pada November 2017, sekelompok peneliti berhasil melakukan transplantasi terumbu dalam skala kecil.

Saat ini, mereka sedang berusaha melakukannya dalam skala lebih besar.

Lalu pada Desember 2017, pemerintah Australia membuka program kependudukan di Great Barrier Reef, agar semakin banyak orang di dunia yang mau melakukan usaha penyelamatan terumbu karang di sana.

(ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK