5 Jajanan Enak di Pasar Chatuchak Selain Mango Sticky Rice

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Minggu, 21/01/2018 10:47 WIB
5 Jajanan Enak di Pasar Chatuchak Selain Mango Sticky Rice Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil
Bangkok, CNN Indonesia -- Pasar Chatuchak di Bangkok, Thailand, barangkali sudah tak asing bagi penggila belanja. Pasar yang hanya buka di akhir pekan ini tak hanya menyediakan berbagai jenis oleh-oleh khas Thailand, tetapi juga memuaskan selera pecinta kuliner yang hobi mencicipi street-food dan ngemil.

Di sela-sela perburuan oleh-oleh di Bangkok, perut sudah terasa keroncongan dan minta diisi. Aroma-aroma lezat dari makanan yang ada di pasar akhir pekan ini semakin membuat saya tak kuasa menahan lapar.

Aneka camilan gorengan, es krim, buah potong, hidangan laut, makanan berat, sampai makanan ekstrem semua bisa didapatkan di sini.

Tapi, sekalipun Bangkok terkenal dengan mango sticky ricenya, di pasar Chatuchak ini jangan cuma mencicipi ketan mangga itu saja. Masih ada banyak makanan lain yang tak kalah nikmat dan khas seperti mango sticky rice. Dan yang pasti harganya tak kalah murah.

1. Es Krim Kelapa

Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil

Jajanan yang satu ini sudah terkenal kelezatannya sampai ke Indonesia. Es krim kelapa sangat mudah ditemukan di Thailand termasuk di dalam mal, namun di Chatuchak harganya lebih terjangkau yakni 40 baht atau Rp16 ribu saja.

Es krim kelapa disajikan langsung di dalam batok kelapa. Sebagai tambahannya, nata de coco dan buah kolang-kaling juga diberikan di dalamnya. Kacang goreng dipilih sebagai toppingnya, sementara daging kelapa muda ditata di pinggiran es krim.

Penggunaan dan penambahan cita rasa kelapa di dalamnya membuat es krim ini punya rasa kelapa yang pekat. Meski demikian pekatnya kelapa tidak sampai membuat rasanya jadi eneg.

Selain itu, nata de coco yang digunakan juga terasa sedikit berbeda karena ada semburat rasa melati yang harum di dalamnya.

Untuk menambah rasa segarnya, pembeli bisa meminta segelas kecil air kelapa murni untuk diminum sebagai penutup.

2. Mak Muang Som Klub Jaew Wan

Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil



Nama makanan ini mungkin masih sangat asing buat Anda. Namun jika diartikan dalam bahasa Indonesia, Anda mungkin langsung paham jenis makanannya.

Dalam bahasa Indonesia, makanan ini berarti mangga hijau dengan saus ikan manis. Sebagai gambarannya, dalam sajian ini Anda bakal menemukan irisan mangga setengah matang yang dipotong-potong seperti rujak buah dengan tambahan sambal.

Bedanya dengan rujak buah, saus yang dipakai adalah saus ikan dengan rasa manis, gurih, dan asam khas Thailand.

Rupanya, saus tersebut terbuat dari campuran bawang merah, cabai merah, gula merah, lemon, dan saus ikan. Saus ini juga umum digunakan untuk menjadi bumbu “rujak” dari buah lain seperti pepaya, semangka, nanas dan lain sebagainya.

Satu porsi Mak Muang Som Klub Jaew Wan dijual dengan kisaran harga 20-30 baht (Rp8-Rp12 ribu) tergantung ukuran wadah.

3. Gurita Goreng Pedas

Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil


Aneka makanan gorengan juga tak boleh dilewatkan saat ada di pasar Chatucak. Kali ini, gorengan yang disantap boleh sedikit 'naik kelas' yaitu gorengan seafood.

Pecinta makanan laut akan dengan mudah menemukan gurita goreng pedas di sepanjang Pasar Chatuchak. Makanan ini dijual mulai dari 50-60 baht (Rp20-Rp25 ribu).

Gurita yang diolah untuk jajanan ini adalah 'bayi' gurita sehingga ukurannya memang mini. Setelah dibumbui dan digoreng, gurita akan dipotong-potong lebih kecil agar lebih mudah disantap sekali gigit.

Sebagai pelengkap, sambal dengan rasa yang dominan asam disajikan bersama bayi gurita ini. Cita rasa dari buah lemon dan cabai membuat makanan ini cocok dinikmati wisatawan Indonesia yang doyan pedas.

Sambal yang sedikit asam ini juga menjadi kunci untuk menghilangkan aroma amis gurita, khususnya bagi yang sensitif amis.

4. Tod Mun Pla

Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil

Dalam Bahasa Indonesia, Tod Mun Pla berarti kue ikan. Jajajan ini banyak tersedia di Thailand dan dibanderol dengan harga mulai dari 30-50 baht (Rp12-Rp20 ribu) tergantung porsi.

Pada dasarnya, rasa kue ikan ini mirip dengan otak-otak goreng yang banyak tersedia di Indonesia. Hanya saja, kemasan dan cara penyajiannya berbeda.

Para penjual akan menggoreng kue ikan yang masih dalam bentuk cukup besar. Kemudian, kue akan dipotong-potong lebih kecil dan diberi cocolan saus khas Thailand yang pedas asam di dalam kantong plastik.

5. Roti Gulay Banana Egg

Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil

Untuk mendapatkan jajanan ini, pembeli harus siap antre cukup lama. Roti Gulay adalah salah satu panganan jalanan sekaligus makanan penutup yang banyak direkomendasikan masyarakat lokal.

Namun berbeda dengan bayangan soal gulai yang asin dan bersantan, roti gulay Thailand ternyata punya rasa yang manis.

Dijual seharga 40 baht, banana egg merupakan salah satu jenis Roti Gulay yang paling digemari. Terdapat varian isi lain misalnya nutella.

Dari penampilannya, roti ini tidak jauh dari Roti Canai Malaysia. Namun, cita rasanya cenderung manis berkat adanya topping susu kental manis.

Makanan ini paling nikmat disantap ketika masih panas. Rotinya sendiri akan berubah menjadi lembek jika didiamkan terlalu lama bercampur dengan susu.

(chs/chs)