Semarang Kembali Menggelar Pasar Imlek Semawis

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 09/02/2018 15:21 WIB
Turis yang menggemari kuliner dan fotografi wajib datang ke Pasar Imlek Semarang yang digelar mulai 12 Februari sampai 14 Februari 2018. Petugas vihara membersihkan patung dewa di Vihara Dharma Bhakti, Jakarta. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Semarang, CNN Indonesia -- Menjelang Tahun Baru China atau Imlek tahun ini, Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis) kembali menggelar Pasar Imlek Semawis yang dipusatkan di kawasan Pecinan Kota Semarang.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, Pasar Imlek Semawis yang berlangsung pada 12-14 Februari 2018 ini akan mengangkat tema 'Pasamuan Anak Zaman Now'.

Tema yang kekinian itu sengaja dipilih agar semakin banyak anak muda yang berkunjung, serta memahami akulturasi budaya Semarang yang juga berakulturasi dengan China dan Arab.


Pasar Imlek Semawis sekaligus menunjukkan bahwa Semarang masih mempertahankan tradisi kawasan Pecinan, yang berlokasi dari ruas jalan Gang Pinggir sampai Wotgandul Timur.

Di sepanjang jalan tersebut, masih banyak bangunan kuno yang berdiri dan bisa dikunjungi.

"Tema itu kami pilih agar anak muda jadi tertarik untuk mengerti tradisinya. Karena di masa depan, mereka yang bakal meneruskan keharmonisan antar agama, suku, dan ras di Semarang," kata Ketua Kopi Semawis, Harjanto Halim.

Di Pasar Imlek Semawis, bakal ada banyak kuliner khas Semarang yang bisa dinikmati, seperti Lumpia, Tahu Gimbal, Kue Moaci, Pia, Wingko dan Ganjel Rel, hingga yang bercitarasa Belanda, seperti Roti Senteleng dan Poffertjes.

Yang paling menarik adalah digelarnya kembali jamuan makan malam dengan meja yang sangat panjang, atau yang disebut jamuan Tuk Panjang.

Menunya bernama Yu Sheng, berupa Nasi Goreng Jamblang dan minuman Buto, yang merupakan kependekan dari kata Jawa tebu ditoto.

Ritual Ketok Pintu sebelum memulai Pasar Imlek Semawis. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)

Pasar Imlek Semarang juga akan diisi dengan beragam acara kesenian dan budaya dari atraksi Barongsay dan Liong, Wayang Potehi, pameran kaligrafi China, sampai pertandingan Catur Gajah.

"Pasar Imlek Semawis ini memasuki usia ke-14. Ada kemasan pariwisata yang selalu kita hadirkan di sini sehingga Pasar Imlek Semawis masuk dalam agenda pariwisata Kota Semarang", kata Wakil Ketua Umum Pariwisata dan Promosi Kadin Jateng, Benita Eka Arijani.

Sementara itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta kepada masyarakat dan turis di Kota Semarang agar meramaikan Pasar Imlek Semawis ini.

"Pasar Imlek Semawis itu selalu bikin ketagihan. Konsepnya bagus menarik, apalagi untuk wisata keluarga, bisa makan banyak jajanan dan foto-foto obyek menarik. Jangan sampai ketinggalan," kata Hendrar.

Sebelum gelar Pasar Imlek Semawis, panitia melakukan ritual Ketok Pintu di Klenteng Tay Kak Sie Gang Lombok Semarang pada Jumat (9/2) siang.

Ritual Ketok Pintu adalah ritual meminta restu kepada para dewa di sejumlah Klenteng di kawasan Pecinan Semarang, sehingga acara Pasar Imlek berjalan aman dan lancar. Lalu, ritual ini diakhiri dengan makan Tumpeng bersama.

(dmr/ard)