Alasan Jangan Terburu-buru Bikin Tato Nama Pasangan

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Rabu, 14/02/2018 21:58 WIB
Alasan Jangan Terburu-buru Bikin Tato Nama Pasangan Berhubung Hari Valentine, banyak yang ingin menato nama pasangan sebagai tanda cinta mendalam. Namun, ide ini tenyata tidaklah bagus untuk dilakukan. (Ilustrasi/Foto: Thinkstock/Image Source White)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari Valentine yang dirayakan setiap 14 Februari menjadi momen pengungkapan kasih sayang. Banyak orang merayakannya dengan menato nama pasangan di tubuhnya sebagai bentuk komitmen cinta. 

Di Jepang, tato nama pasangan populer sejak abad ke-18. Para perempuan bakal menunjukkan komitmen dengan menato nama pria idaman di lengan bagian atas. Tato itu, seringkali diikuti dengan kata kehidupan yang dalam bahasa Jepang disebut Inochi. Tato ini dibuat dengan harapan hanya kematian yang dapat memisahkan cinta mereka.

Cara ini, juga diikuti oleh kaum adam. Sebuah komik pada tahun 1785 bahkan menyebut seorang laki-laki bisa menato sekitar 20 atau 30 nama perempuan fiksi di lengannya. Namun ternyata, menato diri dengan nama sang pujaan hati ternyata bukan pilihan tepat. Ada banyak mitos dan kutukan yang menyebut menato nama kekasih justru dapat menjauhkan hubungan.


Percaya atau tidak, sejak abad ke-18 hingga saat ini, menato nama pasangan tak selalu membuat hubungan awet sampai maut memisahkan.

Usai menato, tak ada yang tahu soal kelanjutan hubungan. Beberapa hubungan justru kandas di tengah jalan. Dan tato yang sudah dibuat tak lagi diinginkan. Namun, menghapus tato tak semudah itu.

Pada abad ke-18 di Jepang, tato dapat dihapus dengan dua cara. Pertama, dengan membakar tato dengan mangkuk tembakau, dan kedua membakarnya dengan daun mugwort kering. Kedua cara ini sama-sama menyakitkan dan meninggalkan bekas permanen. Bekas ini disebut bakal selalu mengingkatkan mereka dengan kisah cinta yang gagal seumur hidup.

Di era modern saat ini, menghilangkan tato memang tak lagi mesti membakar. Namun, perasaan yang timbul setelah itu masih sama. Menurut penelitian, Premier Laser Clinic setelah melakukan studi selama lima tahun, tato yang paling banyak disesali dan dihapus oleh pelanggan adalah tato nama sang mantan kekasih.


Aktris Angelina Jolie pernah merasakan hal itu saat dia cerai dari Billy Bob Thornton.

"Saya tak akan pernah dengan bodohnya menato nama seorang laki-laki pada tubuh saya lagi," katanya ketika itu, dikutip dari dari The Independent. (rah/rah)