Menimbang Gengsi Basa-basi dalam Penerbangan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 17/02/2018 23:17 WIB
Menimbang Gengsi Basa-basi dalam Penerbangan Ilustrasi. (ambroochizafer/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hanya orang berduit macam Kim Kardashian atau Elon Musk saja yang bisa naik pesawat pribadi. Penumpang biasa mau tak mau harus menumpang pesawat komersil, bersama penumpang lainnya.

Duduk di pesawat komersil berarti duduk di samping orang asing. Beda negara, beda pula adat bersosialisasi di tempat umum, seperti dalam penerbangan pesawat.

Belum lama ini, maskapai penerbangan British Airways mengumpulkan survei terhadap 1.500 orang penumpang dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, Perancis, dan Italia mengenai kebiasaan berbincang dalam penerbangan.


Dikutip dari Travel and Leisure, hasilnya 83 responden menyatakan bahwa mereka masih mau memberikan salam dan tersenyum kepada penumpang lain.

Walau mau berbasa-basi singkat, namun sebanyak 42 persen responden--sebagian besar dari AS, menyatakan bahwa mereka enggan berbagi cerita pribadi dengan penumpang lain.

Mereka yang enggan berbincang lebih lanjut memilih untuk menutup telinganya dengan earphone selama penerbangan.

Dalam survei tersebut, bisa disimpulkan kalau penduduk Italia dan Perancis lebih ramah, karena sebanyak 80 persen responden dari dua negara itu menyatakan bahwa mereka gemar berbasa-basi dengan penumpang lain untuk mendapatkan teman baru.

Lain halnya dengan responden dari Jerman, yang sebanyak 85 persen menyatakan bahwa basa-basi versi mereka ialah dengan mengucap 'halo' lalu diam sepanjang penerbangan.

Selain itu, responden dari Inggris juga menyatakan bahwa mereka segan jika harus permisi dengan penumpang di sebelahnya untuk menggunakan kamar mandi pesawat.

Ada banyak perbedaan mengenai basa-basi, namun sebagian besar responden, atau sebanyak 53 persen, menyatakan kalau pindah tempat duduk tanpa menginformasikan petugas kabin ialah hal yang menyebalkan.

Kalau basa-basi dengan penumpang lain bukan bakat Anda, tidur adalah jawaban yang paling tepat.

Untuk bisa tidur nyenyak sepanjang penerbangan, Anda bisa mencoba begadang sebelum keberangkatan, agar mata mengantuk setelah pantat mendarat di bangku pesawat. (ard)