Lancong Semalam

Semarak Wisata di Semarang

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Minggu, 18/02/2018 14:50 WIB
Lawang Sewu, Semarang. (Foto: CNN Indonesia/M. Andika Putra)
Semarang, CNN Indonesia -- Pulau Jawa yang sangat padat penduduk masih bisa dijadikan tempat pilihan wisata. Kota Semarang, Jawa Tengah, merupakan salah satu kota besar di Indonesia dengan berbagai wisata di dalamnya.

Berada di pesisir pantai, suhu panas Semarang tak jauh berbeda dengan Jakarta. Jangan lupa membawa kaos tangan panjang atau tabir surya bila tak ingin tersengat matahari.

Semarang dilengkapi berbagai moda transportasi, mulai dari becak, angkutan kota, Trans Semarang sampai transportasi online.


Turis tidak akan kesulitan menuju lokasi yang ingin dikunjungi, namun bila ingin menghemat waktu, disarankan untuk menyewa mobil beserta supir dengan kisaran harga Rp400 ribu sampai Rp500 ribu.

Berikut pengalaman saya seharian berwisata ke Semarang pada akhir pekan kemarin:

06.00 - Hutan Magrove Tapak

Semarang masih memiliki wisata alam yang bagus di tengah pembangunan kota. Warga Semarang yang hidup di kawasan Kelurahan Tapak melakukan budidaya tanaman mangrove sejak dulu. Walau ada beberapa tanaman yang terdampak abrasi, budidaya selalu meraka lakukan setiap tahun untuk menggantikan mangrove yang hancur.

Hutan Mangrove Tampak berada cukup jauh dari pusat Kota Semarang. Kurang lebih waktu satu jam dibutuhkan untuk menempuh perjalanan. Bila macet, perjalanan mungkin menghabiskan waktu satu setengah jam.

Untuk berkeliling kawasan, turis bisa menyewa perahu warga yang biasa digunakan untuk budidaya dan bekerja di tambak Ikan Bandeng. Biasanya warga yang memiliki perahu akan membuka harga Rp150 ribu untuk perjalanan pergi pulang, bila pandai menawar harga sewa Rp100 ribu bisa didapatkan.

Semarak Wisata di SemarangHutan Mangrove Tapak. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)

Perjalanan pergi pulang keliling hutan mangrove menghabiskan waktu sekitar satu jam. Sayang pada bagian awal hutan mangrove terdapat banyak sampah dari kali yang berhilir ke hutan itu. Namun ditengah hutan, tanaman mangrove sangat padat dan bersih dari sampah.

Aliran kali yang melewati Hutan Mangrove Tampak mengarah ke laut lepas, tak jauh setelah keluar hutan terdapat tambak dan endapan pasir yang membentuk pulau kecil.

Jangan cepat menghabiskan waktu di laut lepas, turis bisa berkunjung ke tambak  atas seizin orang yang memiliki tambak. Sembari bermain di tambak, turis juga bisa melihat pesawat yang mendarat di Bandara Internasional Ahmad Yani.

08.30 - Watu Tugu

Perjalanan wisata bisa dilanjutkan ke situs Watu Tugu atau dikenal sebagai Candi Tugu yang berada di Kelurahan Tugurejo. Hanya dibutuhkan waktu sekitar setengah jam dari Hutan Mangrove Tampak ke Candi Tugu.

Candi yang berada di puncak bukti itu bukahlah candi asli peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Candi itu merupakan replika Candi Gedong Songo yang dibangun pada tahun 1985. Candi Gedong Songo berada di Kecamatan Bandungan di lereng Gunung Ungaran.

Bangunan peninggalah sejarah adalah batu yang berada di dekat candi tersebut. Batu berbentuk lonjong dengan bagian atas yang menguncup itu kurang lebih memiliki tinggi sekitar empat meter.

Semarak Wisata di SemarangWatu Tugu. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)

Pada bagian bawah batu itu terdapat tulisan dengan bahasa Belanda dan aksara Jawa kuno. Dalam tulisan bahasa belanda terdapat tulisan '1938' yang menandakan bahwa watu itu dibangun tahun tahun 1938.

Meski begitu, warga sekitar masih memperdebatkan asal usul situs tersebut. Beberapa warga sekitar percaya situs itu merupakan batas antara Kerajaan Pajajaran dengan Kerajaan Majapahit dan juga digunakan sebagai batas antara Kerajaan Demak dengan Kerajaan Cirebon. Warga sekitar memperkirakan dulu kawasan itu berupa lautan, bukan bukit seperti sekarang.

Sementara, beberapa warga lain percaya situs itu merupakan lambang perdamaian antara Kerajaan Majapahit dan Pajajaran. Kemudian warga lain memerkirakan situs itu merupakan tempat melabuhkan perahu pada zaman kerajaan.

10.00 - Lawang Sewu

Belum ke Semarang kalau belum ke Lawang Sewu Sebuah bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda yang memiliki banyak pintu. Itu alasan bangunan ini disebut yang dalam bahasa Jawa berarti seribu pintu.

Berdasarkan keterangan yang tertera di Lawang Sewu, bagunan itu dibuat oleh Belanda pada tahun 1863. Seorang arsitek bernama Ir. P. de Rieu ditugaskan merancang dan membangun rumah penjaga dan gedung percetakan. Ia juga diminta membangun gedung utama yang difungsikan senagai kantor orang Belanda yang menjajah Indonesia.

Semarak Wisata di SemarangLawang Sewu. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)

Pembangun itu tak selesai sampai tahun 1903. Sampai akhirnya Jacob K. Klinkhamer, B. J. Oedang dan C. G. Cintroen ditunjuk untuk menyelesaikan gedung utama. Mereka mulai membangun pada tahun 1904 dan baru selesai pada tahun 1907.

Setelah rampung dibangun dan difungsikan sebagai kantor, gedung utama ternyata tak memadai sehingga dibangun gedung tambahan di sisi timur pada tahun 1918. Bagunan tambahan memiliki desain bergaya Eropa yang tak jauh berbeda dengan gedung utama.

Sampai saat ini bangunan itu menjadi peninggalan sejarah di Semarang yang paling ikonik dan menjadi salah satu tempat wisata favorit. Hanya dengan Rp10 ribu turis bisa berkeliling dan mengabadikan momen di lawang sewu. Bangunan itu diajaga dengan baik dan sempat dilakukan tiga kali pemugaran, yaitu pada tahun 2009, 2011 dan 2015.

11.00 - Tugu Muda

Tepat di depan Lawang Sewu terdapat Tugu Muda yang dibuat untuk mengenang pahlawan gugur dalam pertempuran lima hari di Semarang. Pada Oktober 1945, warga Indonesia melawan tentara Jepang yang menelan banyak korban.

Tugu Muda yang berada di tengah persimpangan jalan raya itu dibangun tahun 1950 dan diresmikan Presiden pertama Indonesia Soekarno pada 20 Mei 1953. Kini di sekeliling tugu itu terdapat taman dan air mancur yang menghiasi.

Semarak Wisata di SemarangTugu Muda. (CNN Indonesia/M. Andika Putra)

Bangunan Tugu Muda dibentuk seperti lilin yang merepresentasikan kemerdekaan yang tak pernah padam. Pada pondasi tugu itu terdapat relief yang memuat kisah singkat pertempuran lima hari. Yaitu relief hongerodeem, relief pertempuran, relief penyerangan, relief koran dan relief kemenangan.

Bagunan tugu yang terletak di sengaja dibuat di persimpanan jalan yang menjadi saksi biksu pertempuran lima hari. Pertempuran terjadi di sekitar Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Dr. Sutomo dan Jalan Panandaran.

Di dekat tugu itu terdapat beberapa tempat penting, seperti Museum Mandala Bakti, Gereja Katedral Semarang dan rumah dinas Gubernur Jawa Tengah.

Berlanjut ke halaman berikutnya...

(ard)



1 dari 2