Kampung Badui Tutup Sementara Selama Ritual Kawalu

ANTARA, CNN Indonesia | Selasa, 20/02/2018 11:32 WIB
Kampung Badui Tutup Sementara Selama Ritual Kawalu Masyarakat Badui bakal menjalani ritual Kawalu dari Selasa (20/2) sampai Kamis (22/2). (REUTERS/Beawiharta)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kampung Badui di Kabupaten Lebak, Banten, bakal tertutup sementara untuk turis karena masyarakatnya bakal menggelar ritual Kawalu bulan ke-dua mulai dari Selasa (20/2) sampai Kamis (22/2).

Dikatakan Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Jaro Saija, ritual Kawalu merupakan ritual berpuasa berdasarkan kalender adat Badui.

Penutupan sementara kawasan Badui selama Kawalu dimaksudkan agar masyarakat Badui bisa berkonsentrasi melakukan ritualnya.


Oleh karena itu, turis diminta tak berada di kawasan Baduy Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik.

"Selama ritual kondisi kampung juga bakal sepi, karena masyarakat memilih tinggal di dalam rumah," ujar Jaro, seperti yang dikutip dari Antara pada Senin (19/2).

Kawalu berlangsung dalam tiga bulan. Jaro lanjut mengatakan, selama melaksanakan ritual, masyarakat Badui akan mengenakan pakaian tradisionalnya.

Masyakarat Badui Luar mengenakan pakaian hitam-hitam serta lomar (ikat kepala) berwarna biru dan hitam.

Sementara masyarakat Badui Dalam mengenakan pakaian putih-putih dan lomar berwarna putih.

Masyarakat Badui diwajibkan melakukan Kawalu mulai dari usia 15 tahun ke atas. Bagi pria, mereka juga sudah harus dikhitan.

Waktu berbuka puasa disesuaikan dengan waktu tidur. Jika waktu tidur pukul 7 pagi, maka waktu berbuka puasa keesokan harinya pukul 7 pagi.

Saat berbuka puasa, masyarakat Badui akan memakan Daun Sirih dan Daun Gambir, lalu baru menyantap makanan dan minuman biasa.

"Ritual Kawalu berarti mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Konsumsi Daun Sirih dan Daun Gambir merupakan tradisi dari ritual ini," kata Jaro.

Karnaen (45) warga Badui Dalam mengatakan masyarakat Badui bakal berdoa meminta perlindungan selama melakukan ritual.

"Kami juga berdoa pada tahun politik 2018 dan 2019 berjalan lancar, aman, damai dan kondusif," kata Karnaen.

(ard)