Berwisata dalam Pesawat yang Tak Pernah Lepas Landas

REUTERS, CNN Indonesia | Senin, 19/02/2018 15:19 WIB
Berwisata dalam Pesawat yang Tak Pernah Lepas Landas Sambil menatap layar VR dengan pemandangan 360 derajat, pengunjung juga diberi menu makanan empat set yang biasanya dinikmati oleh penumpang kelas bisnis. (REUTERS/Toru Hanai)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kecanggihan teknologi saat ini membuat perjalanan wisata semakin menyenangkan. Yang tak punya banyak waktu tapi ingin merasakan pengalaman naik pesawat terbang juga bisa menikmatinya melalui teknologi virtual reality (VR) di Jepang.

First Airlines menggelar pamerannya di Tokyo, Jepang, pada minggu kemarin. Perusahaan teknologi itu mengajak pengunjung untuk merasakan sensasi naik pesawat terbang yang ditampilkan melalui audio dan video.

Setelah membeli tiket seharga 6.600 yen (sekitar Rp840 ribu) di lobi yang disulap seperti bandara, pengunjung diajak masuk ke ruangan yang juga sudah disulap menjadi kabin pesawat kelas bisnis.


Satu ruangan bisa memuat sebanyak 12 orang.

Mereka lalu diminta duduk di bangku penumpang dan mengenakan kacamata VR. Setelah menggunakan sabuk pengaman, pramugari lalu memperagakan langkah keselamatan penerbangan.

Dalam dua jam ke depan, pengunjung bisa merasakan naik pesawat terbang dan berjalan-jalan di kawasan yang dituju.

Pilihan rutenya cukup beragam, dari Paris, Rome, Hawaii atau New York.

Sambil menatap layar VR dengan pemandangan 360 derajat, pengunjung juga diberi menu makanan empat set yang biasanya dinikmati oleh penumpang kelas bisnis.

Kabin "maskapai" First Airlines. (REUTERS/Toru Hanai)

"Penerbangan yang sesungguhnya berharga sangat mahal dan tak semua orang punya waktu untuk melakukannya. Wahana ini sangat menyenangkan bagi orang yang tetap ingin naik pesawat terbang," kata salah satu pengunjung, Takashi Sakano (39), seperti yang dilansir dari Reuters.

Wahana "penerbangan fantasi" ini telah beroperasi sejak tahun 2016. Pihak First Airlines mengatakan kalau pengunjungnya selalu ramai setiap tahunnya.

"Sebagian besar pengunjung sudah berumur, yang memiliki keterbatasan fisik untuk melakukan penerbangan ke luar negeri," kata juru bicara First Airlines, Hiroaki Abe.

Abe lanjut mengatakan, tahun depan pihaknya akan membuka rute penerbangan ke beberapa kawasan Jepang. Tentu saja dengan menyisipkan menu makanan dan minuman khas Negara Sakura.

[Gambas:Video CNN]
(ard)