7 Cara Raih Konsentrasi di Tengah 'Keributan' Kantor

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Rabu, 21/02/2018 08:02 WIB
7 Cara Raih Konsentrasi di Tengah 'Keributan' Kantor Agar konsentrasi terhadap pekerjaan tetap terjaga, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti istirahat cukup atau membuat daftar prioritas. (Foto: Bench Accounting via StockSnap)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemampuan berkonsentrasi mutlak diperlukan saat bekerja. Tanpanya, pekerjaan bisa kacau. Namun, ada kondisi tertentu saat otak benar-benar sulit berkonsentrasi akibat suasana ramai di kantor, dering telepon hingga rekan kerja yang tak sengaja 'curhat' tentang kisah cintanya.

Tak ada tips yang secara instan membuat otak bisa berkonsentrasi. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dicoba demi usaha meraih konsentrasi saat bekerja. Di antaranya dari mulai mengambil waktu istirahat yang cukup, mematikan notifikasi surat elektronik, atau membuat daftar prioritas. 


1. Istirahat cukup


Jochen May, seorang penulis dan pelatih dari Jerman berkata, jika seseorang memiliki malam yang buruk, niscaya ia akan memiliki hari yang buruk. Kurang tidur di malam hari, membuat orang tak bisa menunjukkan performa maksimal di tempat kerja.

Ini juga berlaku saat bekerja. Orang seharusnya mengambil jeda waktu untuk beristirahat di sela waktu reguler bekerja. "Anda cuma bisa konsentrasi selama sekitar 90 menit dalam hal apapun," tambah Jochen, seperti dikutip dari Star2.

Setelah bekerja selama empat jam, orang perlu mengambil jeda untuk istirahat. Jochen menyarankan untuk pergi keluar kantor untuk sekadar berjalan-jalan sebentar.

2. Matikan notifikasi surel

Menurut career coach dari Jerman, Ute Boelke, pesan surat elektronik alias email mirip dengan tetesan air yang konsisten. Tiap notifikasi email yang masuk bisa membuat fokus terpecah. Ia berkata, hal terbaik yang bisa dilakukan ialah mematikan notifikasi email saat melakukan hal lain. Kemudian, sediakan waktu untuk menghadapi 'serbuan' email tersebut. Lagipula, orang tak berkewajiban untuk membalas email yang masuk dalam sekali duduk.

3. Matikan ponsel

Seperti notifikasi email, bunyi ponsel juga bisa serta merta membuyarkan fokus. Ute menyarankan, jika seseorang tak bekerja untuk layanan gawat darurat, maka ada baiknya menggunakan mesin penjawab telepon.


4. Buat daftar aktivitas

Daftar aktivitas atau biasa disebut 'to-do list' dapat dibuat untuk memudahkan pilihan aktivitas yang harus dikerjakan terlebih dahulu.

"Posisi puncak sebaiknya aktivitas yang cenderung ditunda-tunda karena sering dihindari, seperti tigas yang akan menuntut konsentrasi tinggi," kata Anette Wahl-Wachendorft, wakil presiden German Union of Company Doctors.

Ia menyarankan, jika seseorang perlu motivasi agar dapat bekerja dengan baik, maka orang lebih baik tak memulai minggu dengan tugas yang paling tidak disukai.

5. Hindari obrolan di kantor

Anette tak melarang seseorang untuk ramah dan menghargai semua orang, apalagi di tenpat kerja. Namun seringkali, kesediaan untuk jadi pendengar dan secara konsisten membiarkan orang lain menganggu pekerjaan tentu tidak baik.

Jika ingin fokus tanpa rasa bersalah meninggalkan obrolan, orang bisa memberikan kode dengan menutup pintu ruangan atau pasang headphones jika ruang kerja dipakai beramai-ramai.

6. Kontrol waktu

Jika memungkinkan, orang dapat mengontrol waktu kerjanya sehingga bisa fleksibel. Pergi bekerja lebih awal sehingga pulang pun tak larut. Bekerja lebih awal dari yang lain memungkinkan orang memperoleh suasana yang lebih sepi karena belum banyak yang datang ke kantor.

Akan tetapi, Ute menekankan, hal ini mungkin tak dapat berlaku pada semua pekerjaan. Ada beberapa jenis pekerjaan yang menuntut orang untuk berinteraksi dengan rekan kerja dan pelanggan.


7. Asupan makanan dan minuman cukup

Jelas jika seseorang bekerja, ia memerlukan 'bahan bakar' yang cukup. Ini bukan berarti orang perlu minum seliter air tiap 90 menit. Lebih baik rutin seteguk atau dua teguk tiap beberapa menit. Dehidrasi otomatis membuat kemampuan konsentrasi menurun. (rah/rah)


BACA JUGA