Peselancar profesional asal Bali, Rizal Tandjung, mengatakan bahwa turis, khususnya surfer, masih bisa bersenang-senang di Pulau Dewata.
Meski demikian, Rizal tetap menyarankan surfer untuk mewaspadai petir. Sebab petir menjadi momok bagi mereka yang masih berkegiatan di pantai atau ruangan terbuka saat musim hujan.
Ketika ditanya soal erupsi Gunung Agung, pria yang memulai karir berselancar sejak usia 15 tahun ini mengatakan jika hal tersebut tidak memengaruhi pantai-pantai di Bali karena jaraknya yang jauh.
(ard)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia tak menampik jika bisnis yang 'hidup' dari pariwisata sangat terdampak, contohnya adalah restoran dan hotel.
Dijelaskannya, kekhawatiran utama para turis yang memang sengaja datang ke Bali untuk surfing adalah soal jadwal penerbangan.
"Misalnya mereka cuma punya waktu liburan sepuluh hari. Tapi karena Gunung Agung bergejolak, ada kekhawatiran bandara ditutup. Itu kan mengacaukan jadwal. Cuma itu aja sih yang menjadi kekhawatiran mereka," kata Rizal.
[Gambas:Instagram]
Lelaki yang merajah perut sebelah kanannya dengan peta Indonesia ini, juga sempat menyinggung soal surfing yang tidak masuk ke dalam cabang olahraga yang dilombakan dalam Asian Games.
Rizal sangat menyayangkan, padahal Indonesia punya potensi untuk meraih medali emas.
"Dulu kita (Indonesia) pernah dapat emas di Asian Beach Games. Sayang sekali surfing tak masuk Asian Games," pungkasnya.
Tak hanya untuk surfer, sebenarnya musim hujan di Bali juga menjadi berkah bagi turis yang berdana terbatas.
Dikutip dari situs perbandingan harga akomodasi, Skyscanner, harga tiket penerbangan dan hotel di Bali bakal jauh lebih murah di musim hujan ketimbang musim panas, yang berlangsung mulai dari Mei sampai Agustus.
Kalau pilihannya tidur, makan, dan kongko santai, kawasan Ubud bisa dipilih menjadi tujuan wisata saat musim hujan di Pulau Dewata. Guyuran hujan bakal membuat pemandangan sawah di sana jadi lebih teduh dan romantis.
[Gambas:Instagram]
Dijelaskannya, kekhawatiran utama para turis yang memang sengaja datang ke Bali untuk surfing adalah soal jadwal penerbangan.
"Misalnya mereka cuma punya waktu liburan sepuluh hari. Tapi karena Gunung Agung bergejolak, ada kekhawatiran bandara ditutup. Itu kan mengacaukan jadwal. Cuma itu aja sih yang menjadi kekhawatiran mereka," kata Rizal.
[Gambas:Instagram]
Lelaki yang merajah perut sebelah kanannya dengan peta Indonesia ini, juga sempat menyinggung soal surfing yang tidak masuk ke dalam cabang olahraga yang dilombakan dalam Asian Games.
Rizal sangat menyayangkan, padahal Indonesia punya potensi untuk meraih medali emas.
"Dulu kita (Indonesia) pernah dapat emas di Asian Beach Games. Sayang sekali surfing tak masuk Asian Games," pungkasnya.
Tak hanya untuk surfer, sebenarnya musim hujan di Bali juga menjadi berkah bagi turis yang berdana terbatas.
Dikutip dari situs perbandingan harga akomodasi, Skyscanner, harga tiket penerbangan dan hotel di Bali bakal jauh lebih murah di musim hujan ketimbang musim panas, yang berlangsung mulai dari Mei sampai Agustus.
Kalau pilihannya tidur, makan, dan kongko santai, kawasan Ubud bisa dipilih menjadi tujuan wisata saat musim hujan di Pulau Dewata. Guyuran hujan bakal membuat pemandangan sawah di sana jadi lebih teduh dan romantis.
[Gambas:Instagram]