Jokowi Ingatkan Makan Enak Bisa Sebabkan Diabetes

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Selasa, 27/02/2018 12:45 WIB
Jokowi Ingatkan Makan Enak Bisa Sebabkan Diabetes Presiden Jokowi dalam satu acara. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo mengatakan penyakit di masa mendatang akan lebih diakibatkan gaya hidup seperti darah tinggi, jantung, dan diabetes. Menurutnya, hal itu akan meningkat sebagai dampak perubahan global seperti sektor ekonomi.

"Yang saya baca semakin besar ekonomi, masuk ke kelas menengah, kebersihan serta nutrisi membaik tapi yang ada penyakit lifestyle seperti diabetes karena makan enak di mana-mana," ujar Jokowi di Cikarang, Selasa (27/2).

Jokowi mengatakan, pemerintah harus segera bersiap terutama berinovasi dalam sektor kesehatan karena ia meyakini kondisi perekonomian Indonesia akan sembaik mendatang dan berdampak ke gaya hidup masyarakat.


Masyarakat Indonesia diyakini nantinya semakin kritis terhadap pemerintah dan jasa pelayanan kesehatan.

"Ekspektasi masyarakat meningkat karena dipicu kebijakan pemerintah. Yang sebelumnya gampang pasrah, nanti semakin menuntut dan proaktif mengobati penyakitnya, tidak mau diberi obat biasa," tuturnya.


Hal ini disampaikan saat meresmikan PT Kalbio Global Medika di kawasan Cikarang. Turut hadir pelaku usaha farmasi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, serta Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Pasar Besar

Indonesia diharapkan dapat memproduksi obat-obatan berbasis bioteknologi untuk kanker, gagal ginjal, dan penyakit lainnya. Jokowi menilai selain mengobati masyarakat sendiri, obat itu memiliki pasar besar di negara lain.


"Ketika warga Indonesia masuk kelas menengah dan kebijakan kesehatan dan pengobatan adalah hak bagi seluruh masyarakat Indonesia. Permintaan pasar bagi produk industri farmasi pasti terjamin," ucapnya.

Hal serupa disampaikan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Ia menginginkan Indonesia dapat memproduksi insulin sendiri sebab selama ini kebutuhan obat-obatan terutama yang canggih selalu terpenuhi melalui impor.


(asa)