Jatuh Bangun Robbie Williams Hadapi Gangguan Mentalnya

apr, CNN Indonesia | Jumat, 02/03/2018 08:55 WIB
Jatuh Bangun Robbie Williams Hadapi Gangguan Mentalnya Dalam wawancara dengan media, Robbie Williams mengungkapkan dirinya menderita kecemasan, depresi, 'demam' panggung dan masalah berat badan. (Foto: Dave Hogan/One Love Manchester/Handout via REUTERS)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bukan hal baru jika seorang artis menggunakan narkoba. Salah satunya adalah vokalis Angel's, Robbie Williams. Di tahun 2017, Robbie sempat menjalani rehabilitasi setelah menggunakan amfetamina, LSD, heroin, kokain dan beberapa obat lain.

Dilansir dari Dailymail, ia juga bercerita tentang pahitnya hidup dengan kesehatan mental. Robbie mengatakan, "Aku mengidap penyakit di kepalaku yang ingin membunuhku".

Pria 44 tahun ini juga mengakui bahwa dirinya sering kali mendekati kematian. Pada tingkat kecanduannya dengan narkoba ia pernah mengakui bahwa dirinya hanya 24 jam lagi menuju kematian.



Robbie merupakan penyanyi yang sudah menjual lebih dari 75 juta kopi karyanya. Namun, seiring itu, ia sedang memiliki masalah pada mentalnya. Masalah lain mulai muncul saat ia remaja ketika bergabung dengan Take That. Saat itu ia telah menggunakan LSD dan amfetamina, lalu bertahap ke kokain dan heroin.

Penyanyi ini juga membandingkan kehidupannya yang naik turun dengan masa kehidupan akhir George Michael, yang meninggal pada tahun 2016 lalu. Relasinya dengan George membuat ia memiliki koneksi dan memiliki kisah kehidupan yang naik turun mirip dengan George. Sampai akhirnya Robbie mengakui ia merindukan sosok bintang tersebut. Keduanya pernah memutuskan untuk meninggalkan group band mereka dan keluar sebagai penyanyi solo.

Meski mengalami masa kelam, ia tetap mendapatkan dukungan penuh dari sang istri, Ayda Field. Dari pernikahannya tersebut pada tahun 2010 ia telah dikarunia dua orang anak, Theodora (5thn) dan Charlton yang berumur 3 tahun. Robbie sebelumnya memuji Ayda karena telah menyelamatkan dirinya, dengan memastikan tetap bersih dari obat-obatan tersebut.

Namun, pada September tahun lalu ia terpaksa harus membatalkan dua tur final Eropanya, akibat menderita rasa ketakutan yang parah.


Dokter yang memeriksa dirinya mengungkapkan terdapat cairan seperti darah pada otak Robbie dan ia harus menjalankan perawatan intensif selama tujuh hari. Saat bergabung di Take That, penyanyi The Better Man ini memasuki kehidupan liar dengan mengonsumsi obat-obatan dan akhirnya ia keluar dalam kondisi yang 'berantakan'.

Robbie telah menderita kecemasan, depresi, 'demam' panggung dan masalah berat badan.

Penyakit yang dialaminya saat ini disebabkan karena kecanduannya dengan narkoba sejak usianya masih remaja. Pada tahun 2007, tepat pada ulang tahunnya yang ke 33 Robbie terpaksa dilarikan ke klinik di Arizona.

September 2017, Robbie Williams telah berbicara mengenai bahaya atas ketenarannya, dan secara sensasional ia mengungkapkan bahwa pekerjaannya dapat membunuhnya.


Robbie mengakui kepada The Sunday Times Magazine, bahwa apa yang dilakukannya berdampak buruk bagi kesehatan dan membuatnya menderita depresi.

Dukungan untuk menghadapi masa kelamnya bukan hanya dari sang istri, pada tahun 2011 ia mengatakan musisi legendaris Sir Elton John juga membantunya untuk melewati saat-saat buruk, saat ia sedang kecanduan dengan narkoba.

Elton memberikan kesempatan kepada Robbie untuk tinggal di rumahnya pada pertengahan tahun 1990-an setelah penyanyi Old Before I Die tersebut melakukan pesta narkoba. Dilansir dari the Daily Mail, saat ini Robbie sedang berada di Australia untuk menjalani tur The Heavy Entertaiment shownya. (cel/rah)