7 Saran untuk Turis yang Ingin ke Kamboja

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 16/03/2018 21:14 WIB
7 Saran untuk Turis yang Ingin ke Kamboja Para penari yang siap menyambut turis di Angkor Wat, Kamboja. (REUTERS/Samrang Pring)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kamboja paling ramai dikunjungi turis sepanjang November sampai April. Pasalnya, di bulan tersebut cuaca terbilang lebih cerah, yang berarti bisa mengunjungi lebih banyak objek wisata alam di sana.

Bagi turis Indonesia, Kamboja bisa dikunjungi dengan bebas visa. Tiket penerbangan pulang pergi ke sana dijual mulai dari harga Rp1,8 juta per orang. Durasi penerbangannya sekitar lima jam sekali berangkat.

Angkor Wat bukan satu-satunya objek wisata yang bisa dikunjungi di sana. Tapi sebelum datang, sebaiknya ingat beberapa hal ini:


1. Kolektif, karma, dan respek

Mayoritas penduduk Kamboja adalah pemeluk Buddha yang mengamalkan ajaran kolektif, karma, dan respek.

Jadi rasa tolong menolong, berbuat baik, dan saling meghormati sudah pasti harus dilakukan setiap orang di sana.

2. Jangan memicu perdebatan

Berwisata berarti mengistirahatkan pikiran dari hal-hal yang memicu keresahan. Berbicara mengenai politik, agama, atau kemiskinan di Kamboja, terutama dengan penduduk lokal, sudah pasti memicu perdebatan.

Hindari topik pembicaraan tersebut jika tak ingin dimusuhi selama berada di sana.

3. Celana pendek

Saat ada turis mengenakan celana pendek, penduduk lokal terkadang tertawa cekikikan, karena celana pendek biasanya dipakai oleh anak sekolah.

Sama seperti saat pergi ke negara Asia lainnya, sebaiknya gunakan pakaian yang sopan agar tak menjadi bahan pergunjingan dan keisengan.

[Gambas:Instagram]

4. Hormati biksu

Wanita dilarang menyentuh biksu. Sebelum memulai pembicaraan, sebaiknya duduk sama rata dengan biksu yang ingin di sapa.

Biksu juga tak makan minum hingga sore, jadi jangan mengunyah di hadapannya.

5. Hormati orangtua

Selain biksu, orangtua juga menjadi kaum yang dihormati di Kamboja. Jangan berbicara lebih keras daripada mereka dan usahakan mendahulukan mereka ketimbang diri sendiri, misalnya saat duduk di bis.

[Gambas:Instagram]

6. Urusan ambil gambar

Jika kamera bisa diatur dengan suara diam, sebainya ambil gambar dengan konsep tersebut, terutama saat berada di objek wisata religi.

Tanyakan aturan ambil gambar kepada penjaga, jangan melanggarnya diam-diam. Jangan juga menyentuh objek yang sudah kuno karena mudah lapuk.

7. Malaria dan ranjau darat

Ancaman malaria dan ranjau darat masing mengintai turis yang berkeinginan menjelajah ke pelosok Kamboja.

Usahakan datang dengan pemandu terpercaya, sehingga bertanya mengenai informasi obat malaria dan area yang terlarang untuk diinjak.

[Gambas:Instagram]

(ard)