Mendaki Sendirian Sangat Tidak Disarankan

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 04/04/2018 10:28 WIB
Mendaki Sendirian Sangat Tidak Disarankan Gunung Merbabu. (Foto: Kondephy via wikimedia commons (CC-BY-SA-4.0))
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar sebulan setelah dibuka, Taman Nasional Gunung Merbabu kembali ditutup untuk umum selama tiga hari. Hal itu disebabkan peristiwa hilangnya seorang pendaki asal Selandia Baru pada Jumat (30/3).

Mengutip situs resmi Taman Nasional Gunung Merbabu, jalur pendakian Gunung Merbabu jalur Cuntel dan jalur Thekelan ditutup sementara selama tanggal 2-4 April 2018 untuk keperluan pencarian korban.

[Gambas:Instagram]


Sementara itu, di media sosial beredar info terkait kronologi hilangnya pendaki asal Selandia Baru bernama Andrey Voytech itu.

Voytech dikabarkan hilang kontak pada pukul 16.47 WIB. Di waktu yang bersamaan dua orang pendaki sempat melihat korban yang berada di Pos I.

CNNIndonesia.com coba mengonfirmasi perkembangan kabar tersebut ke pihak Balai Taman Nasional Gunung Merbabu pada Rabu (4/3).

Namun tidak kunjung mendapat jawaban setelah menghubungi nomor telpon yang tertera di situs resmi mereka.

Terkait insiden ini, Ketua Komunitas Jelajah Gunung Bandung, Muhamad Seftia Permana, mengatakan solo hike atau mendaki sendirian memiliki risiko sangat besar yang mengancam keselamatan.

Menurutnya, siapapun, sehebat apapun, dan sebesar apapun jam terbangnya, risiko kecelakaan tetap dimiliki.

"Kami sangat menghindari hal itu. Karena, setiap perjalanan harus mempunyai manajemen yang matang, sependek apapun jaraknya. Termasuk segala risiko yang sudah menanti di setiap perjalanan, kita harus antisipasi sebaik mungkin," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com via aplikasi pesan instan.

Ia melanjutkan, beberapa taman nasional telah menerapkan peraturan mendaki dengan minimal peserta yakni tiga orang. Pria yang akrab disapa Vijey ini memberikan contoh Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Menurutnya secara pengelolaan TNGGP sudah baik, bahkan sudah dijadikan sebagai kawasan percontohan. Mulai dari pendaftaran dengan sistem online, penerapan peraturan yang mengacu pada undang-undang, dan lainnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Vijey menyarankan untuk melakukan perjalanan berdasarkan standar prosedur keselamatan dan jangan pernah mendaki sendirian.

"Bukan untuk orang lain, tapi untuk kebaikan bersama dan keselamatan yang melakukan perjalanan itu sendiri," katanya.