Berburu Makanan Akhir Pekan ke Kampung Tempo Dulu

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Sabtu, 07/04/2018 17:26 WIB
Berburu Makanan Akhir Pekan ke Kampung Tempo Dulu Kuliner dari luar Jakarta juga mewarnai JFFF. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah berjibaku dengan padatnya pekerjaan, akhir pekan selalu jadi waktu paling dinanti. Salah satu cara melepas penat yang ampuh adalah dengan wisata kuliner.

Bicara wisata kuliner, bulan ini rasanya pas untuk mengunjungi kawasan utara Jakarta, tepatnya di Kelapa Gading. Mulai 5 April hingga 6 Mei mendatang, Mal Kelapa Gading menyelenggarakan Food Festival bertajuk 'Kampoeng Tempo Doeloe' (KTD). Gelaran ini jadi bagian dari acara Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2018.

Lampu-lampu menghiasi hampir tiap sudut 'kampung'. Gubug-gubug berjajar menjajakan makanan maupun minuman yang juga berasal dari luar Jakarta.
Suasana mulai ramai jelang sore hari. Di hari biasa, KTD buka mulai pukul 16.00 - 22.00 WIB. Namun, di akhir pekan pengunjung bisa memuaskan perburuan makanan mulai pukul 11.00 - 23.00 WIB.


Lisa, salah satu pengunjung, menuturkan dirinya kerap berwisata kuliner di Jakarta Food Festival sejak beberapa tahun silam. Ia yang datang dari Rawamangun mengaku mengunjungi KTD untuk mencoba makanan yang jarang, bahkan tak ada di Jakarta termasuk kikil Surabaya dan lontong balap.

Berburu Makanan Akhir Pekan ke Kampung Tempo DuluBerbagai jajanan tempo dulu bisa ditemukan di JFFF. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)

Senada dengan Lisa, Billy yang tinggal di Tanjung Priok pun mengaku mencari makanan atau camilan yang jarang dijumpai. Menurutnya, lokasi KTD dua tahun terakhir lebih nyaman dan leluasa.

"Di sini lebih luas. Kalau dulu makannya susah. Di sini lebih enak," ujarnya pada Jumat (6/4).
Dalam Food Festival kali ini, terdapat 51 booth makanan dan minuman yang berpartisipasi. Selain booth, juga ada 19 gerobak yang turut serta. Aneka makanan 'berat' seperti Ayam Geprek Mas Eko, Empal Gentong Mang Darmo Khas Cirebon, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih, Sate Madura Bintang 5, dan Nasi Uduk dan Ulam Hj. Yoyo.

Jika menginginkan makanan ringan, terdapat Bolbi Bola Ubi, Seblak Jeletet Murni, Serabi Notosuman, Gulali, Tahu Gejrot dan Rujak Beubeuk, Es Pisang Ijo Pemuda, Es Roti Bakar, dan Putu Bambu Medan. Ada pula aneka minuman mulai dari Kopi Es Takkie, Es Nona, Tebu Murni Cendana, Es Kelapa Butir dan Es Sinar Garut H. Ucu, juga Cendol Sin.

Untuk menikmati aneka makanan dan minuman, pengunjung terlebih dahulu membeli kartu di kasir KTD. Pengunjung mendepositkan uang mulai Rp50ribu atau kelipatannya. Kartu inilah yang dapat digunakan untuk berbelanja.
Tahun ini, pengunjung tak boleh melewatkan aneka soto dari berbagai wilayah di Indonesia. JFFF 2018 sebelumnya mengadakan Kompetisi Soto Indonesia kemudian terpilih 10 soto. Kesepuluh soto ini berhak menjajakan soto mereka selama sebulan di KTD.

Soto-soto ini yakni Coto Makassar H. Hasan Dg. Tayang, Pallubasa Onta Makassar, Soto Betawi H. Mamat, Soto Kadipiro Yogyakarta, Soto Kesawan Medan, Soto Madura H. Ngatidjo, Soto Padang H. Sutan Mangkuto, Soto Jakarta Pak H. Yus, Soto Trisakti Solo dan Tauto Pekalongan. Gelaran ini jadi kesempatan penikmat kuliner untuk menyicip soto dari berbagai daerah tanpa harus ke daerah asal soto. Apalagi ada soto yang tidak membuka cabang di Jakarta salah satunya Soto Trisakti Solo.

"Kami tidak buka cabang lain, satu-satunya ya di Jalan Kali Larangan, Solo. Ini pertama kalinya kami ikut pameran di luar Solo," ujar Romli, pemilik warung soto.

Ia berharap tak hanya pengunjung dari sekitar Jakarta Utara saja yang mampir ke booth miliknya.

"Beberapa hari ini kalau saya tanya pemgunjung kebanyakan dari sekitar sini, semoga makin banyak yang tahu dan mau mencoba soto kami," tambahnya.Suasana mulai ramai jelang sore hari. Di hari biasa, KTD buka mulai pukul 16.00 - 22.00 WIB. Namun, di akhir pekan pengunjung bisa memuaskan perburuan makanan mulai pukul 11.00 - 23.00 WIB. (stu)