4 Upaya Cegah Bayi Kena Penyakit Jantung Bawaan

CNNIndonesia, CNN Indonesia | Senin, 23/04/2018 09:58 WIB
4 Upaya Cegah Bayi Kena Penyakit Jantung Bawaan Menghindari rokok dan alkohol, serta obat-obatan tertentu dapat menjadi upaya bagi ibu hamil demi menghindari anak terkena penyakit jantung bawaan. (Ilustrasi/Foto: Thinkstock/yacobchuk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada bayi patut diwaspadai. Dari catatan data RSJ Harapan Kita, dari 1.000 kelahiran yang hidup, 9 bayi di Indonesia di antaranya diketahui mengidap penyakit jantung bawaan.

Penyakit dengan kelainan pada struktur jantung atau fungsi sirkulasi jantung dari lahir ini, menurut dokter spesialis jantung Oktavia Lilyasari terjadi karena adanya gangguan atau kegagalan perkembangan struktur jantung pada fase awal perkembangan janin.

"Tepatnya pada trimester pertama kehamilan," ujar Oktavia di Ritz-Carlton Hotel Kuningan, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu. 



Walau pada sebagian besar kasus PJB penyebabnya sulit diketahui, salah satu faktor yang meningkatkan resiko PJB adalah faktor maternal, yakni kondisi perkembangan janin sendiri ketika masih di dalam kandungan. PJB juga dapat diturunkan secara genetik dari ayah ke anak atau ibu ke anak.

Namun, ada beberapa hal yang harus dihindari ibu hamil agar risiko bayi terkena penyakit jantung bawaan bisa diredam. Berikut adalah hal-hal tersebut:

1. Obat-obatan tertentu

Ibu hamil harus menghindari obat termasuk dalam obat teratogenik, sebut Oktavia. Teratogenik adalah obat yang dapat mengganggu perkembangan janin jika dikonsumsi pada saat hamil.

Obat-obat yang biasanya termasuk ke dalam jenis ini adalah beberapa jenis antibiotik dan obat anti alergi. Walau begitu, sebenarnya, mayoritas obat memiliki efek teratogenik, yang tidak hanya meningkatkan resiko PJB namun juga kelainan bawaan lain. Oleh karenanya, jika ibu hamil memiliki obat yang dikonsumsi rutin sebelumnya atau memiliki keluhan kesehatan yang biasanya ditangani dengan obat, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

2. Lingkungan berpolusi

Lingkungan berpolusi juga merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan resiko PJB terhadap anak di dalam kandungan.

"Jika tinggal di satu daerah yang banyak polusi, itu juga akan meningkatkan resiko jantung bawaan," ucap Oktavia.

Menghindari lokasi yang berpolusi tidak hanya baik bagi kesehatan janin, namun juga bagi kesehatan ibu hamil itu sendiri. Oleh karenanya, sebisa mungkin, ibu hamil perlu menghindari wilayah-wilayah yang penuh polusi.


3. Radiasi

Radiasi juga dapat berpengaruh terhadap kualitas perkembangan janin saat di dalam kandungan, menurut Oktavia. Oleh karenanya, ibu hamil sebaiknya juga menghindari alat-alat yang memancarkan radiasi.

Walau begitu, perlu diingat bahwa radiasi yang dimaksud adalah radiasi ionisasi. Mesin ultrasound dan scan MRI, misalnya, juga menggunakan radiasi. Namun jenis radiasi yang digunakan kedua alat tersebut adalah radiasi non-ionisasi.

4. Rokok dan alkohol

Tidak hanya meningkatkan resiko PJB, rokok dan alkohol jika dikonsumsi ibu hamil juga dapat menyebabkan kelainan bawaan lainnya pada janin.

Hal ini disebabkan, ketika seorang individu mengonsumsi rokok dan alkohol, bahan-bahan yang terkandung di dalam kedua hal tersebut (seperti nikotin) masuk ke dalam darah. Bahan ini bersirkulasi dalam tubuh individu, dan dapat berpindah ke tubuh janin. Oleh karenanya, seorang ibu yang telah mendapat hasil tes kehamilan positif harus segera menjauhkan diri dari rokok dan alkohol. (ast/rah)