Alasan Serangan Jantung Sering Terjadi di Pagi Hari

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 27/02/2018 19:57 WIB
Alasan Serangan Jantung Sering Terjadi di Pagi Hari ilustrasi serangan jantung (Thinkstock/pixelheadphoto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktris Bollywood kenamaan Sridevi Kapoor meninggal dunia karena serangan jantung di Dubai, Minggu (25/2).

Tak dimungkiri serangan jantung adalah penyebab 80 persen dari 17,7 juta orang meninggal dunia pada 2016.

Serangan jantung terjadi ketika salah satu pembuluh darah mengalami penyumbatan. Aliran darah yang tak lancar akan membuat jantung kekurangan oksigen dan makanan. Akibatnya, jaringan sekitar otot rusak dan mati sehingga tak lagi bisa memompa darah.



Penyakit ini kerap menyerang siapa pun dan kapan pun, hanya saja kenyataannya, serangan jantung mendadak ini sering terjadi di pagi hari.

Apa yang menyebabkan serangan jantung mendadak terjadi di pagi hari?

Berdasarkan pernyataan yang diterima CNNIndonesia.com dari Hello Sehat, serangan jantung di pagi hari disebut lebih berbahaya dibandingkan di waktu lainnya.

Menurut penelitian terhadap 12 ribu kasus penyakit jantung, peneliti mengungkapkan fakta bahwa serangan jantung di pagi hari disebabkan karena ada kaitannya dengan jam biologis tubuh.

Di pagi hari, tubuh secara otomatis mempersiapkan semua organ untuk kembali bekerja normal setelah sebelumnya bekerja lambat di malam hari.

Permintaan darah dan makanan yang lebih cepat terhadap tubuh di pagi hari menyebabkan jantung memompa darah lebih cepat. Selain itu, di pagi hari, pembuluh darah cenderung menyempit dan menyebabkan kerja jantung jadi makin berat.

Kerja jantung yang berat di pagi hari akan berubah menjadi serangan jantung jika ada penyumbatan di pembuluh darah.

(chs/chs)